Cuaca Ekstrem Kerek Harga Daging Sapi di Samarinda Hingga Rp 120.000/Kg

Cuaca Ekstrem Kerek Harga Daging Sapi di Samarinda Hingga Rp 120.000/Kg

Robert - detikFinance
Kamis, 17 Jan 2013 15:14 WIB
Cuaca Ekstrem Kerek Harga Daging Sapi di Samarinda Hingga Rp 120.000/Kg
Samarinda - Cuaca buruk di sejumlah wilayah dan perairan laut di Indonesia, juga menjadi salah satu penyebab kenaikan harga daging sapi dan kebutuhan sembako di Pasar Induk Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur. Harga daging sapi misalnya, melonjak hingga tembus Rp 120.000 per Kg.

Pantauan detikFinance di Pasar Induk Segiri, Kamis (17/1/2013) pedagang menjual harga daging sapi Rp 120.000 per Kg dari harga sebelumnya Rp 95.000 per Kg. Kenaikan harga hingga Rp 120.000 per Kg berlangsung hingga hampir sebulan ini.

"Harga Rp 120.000 sudah sebulan ini. Daging sapi yang kita jual dari NTB, biasanya dari Sulawesi. Gelombang kapal tinggi, menghambat angkutan daging sapi yang terbatas," kata salah seorang pedagang sapi, Syaripudin, kepada detikFinance, Kamis (17/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syaripudin juga menerangkan, kenaikan juga disebabkan larangan bagi rumah potong sapi untuk memotong sapi yang berasal dari impor.

"Sapi impor sudah tidak boleh lagi, jadi sekarang dari daging lokal saja. Tapi stok juga susah, sapi lokal terbatas juga. Bahkan sapi-sapi kampung punya warga juga ikut dipotong," sebut Syaripudin.

"Memotong sapi memang setiap hari. Tapi sekarang sebulan bisa hanya 2 kali datang kiriman daging dari NTB dan normalnya 4 kali datang. Itupun datang harus dibagi ke Bontang, Sangatta dan Balikpapan, juga Tenggarong," tambahnya.

"Rata-rata hanya kita hanya menjual 1 ekor kira-kira 80 kilogram daging setiap hari. Normalnya bisa sampai 4 ekor setiap hari. Kalau stok sapi dipotong semua, nanti stok bisa habis ke depannya," kata Adi, pedagang sapi lainnya di Pasar Induk Segiri.

"Tahun kemarin penjualan benar-benar anjlok karena pasokan tidak ada. Kita bisa rugi sampai Rp 4 juta. Harga Rp 120 ribu perkilogram itu, dari agen sudah Rp 100 ribuan. Terpaksa kita juga sudah naikkan harga," kata Adi.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads