Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto (Djokir) mengatakan, dirinya tak dapat menjanjikan Jakarta bisa bebas banjir, paling tidak upaya-upaya yang dilakukan saat ini adalah untuk meminimalisir banjir tersebut.
"Saya tidak pernah menjanjikan, kemungkinan banjir akan selalu mengancam Jakarta," ungkap Djoko saat melakukan tinjauan ke Banjir Kanal Timur, Jakarta Timur, Jumat (18/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menjamin hampir bebas, seperti yang saya sering katakan di 2018 mudah-mudahan sangat signifikan sekali," lanjutnya.
Kementerian PU sedang memprogramkan langkah-langkah untuk menanggulangi banjir, salah satunya adalah pembangunan Jakarta Emergency Dredging Initiative Rp 1,427 triliun yang berasal dari dana Bank Dunia. Ditargetkan proyek ini akan dibangun pada April 2013.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) baru saja menyatakan, ada 62 titik banjir di Jakarta yang disebabkan oleh curah hujan tinggi dan drainase perkotaan yang buruk.
"Dari titik banjir yang ada 62 titik di Jakarta, masalah drainase perkotaan memang sangat penting karena kenyataannya begitu. Kemarin terjadi curah hujan dengan intensitas cukup tinggi, timbul genangan-genangan padahal sungainya masih belum meluap," kata Kepala Pusat Data & Informasi dan Humas Sutopo Purwo Nugroho di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.
(zlf/dnl)











































