Hal itu diungkapkan Adi (25), penjual beras, saat disambangi detikFinance, di Pasar Jati Rawasari, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, Minggu (19/1/2013).
Namun, kata Adi, kenaikan harga beras tersebut tidak melulu karena banjir yang terjadi di Jakarta dua hari terakhir ini, namun dirinya mengaku harga beras sudah naik sejak sebulan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebutkan, kenaikan harga beras tersebut beragam, mulai dari Rp 200-500 per liternya. Harga beras per liter pun bervariasi dari mulai Rp 6.500 dengan kualitas rendah (beras pera) hingga Rp 8500 per liter kualitas tinggi.
Adi juga menyebutkan, sebelumnya harga beras per karung dibanderol Rp 395 ribu, saat ini naik menjadi Rp 425 ribu per karung.
"Jenis berasnya macem-macem, ada IR42, pandan wangi, cianjur, sentra ramos. Rata-rata per liter naik Rp 200-500. Harganya mulai dari Rp 6.500, Rp 6.800, Rp 7.000, Rp 7.500, Rp 7.800, Rp 8.000, sampai Rp 8.500. Per karung naiknya Rp 30 ribu, tadinya Rp 395 jadi Rp 425 ribu per karung. Ya ada sih yang keberatan tapi karena bahan pokok jadi dibeli saja," paparnya.
(ang/ang)











































