Hal ini diakui Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono saat peresmian layanan Auto gate system di Kantor Pusat Pelindo II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (21/1/2013).
"TPS (Tempat Penampungan Sementara) di Pelabuhan Tanjung Priok memiliki fasilitas yang kurang memadai baik luas maupun sarana dan prasarana. Sehingga kemacetan terjadi baik di dalam maupun di luar pelabuhan dan banjir, sehingga kendaraan sulit memasuki akses jalan pelabuhan," keluh Agung di depan Menko Perekonomian Hatta Rajasa yang hadir dalam acara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahwa kondisi pelabuhan ideal yaitu satu entitas. Di Tanjung Priok ada 21 entitas yang berbeda, dan infrastruktur yang minim juga terpecah-pecah. Jadi harusnya seluruh wilayah pelabuhan ini ada satu tempat dan barang keluar," tambahnya.
Walaupun begitu, Agung berkeyakinan pelabuhan Tanjung Priok bisa mengalahkan Pelabuhan Tanjung Lepas (Malaysia) dan Singapura. Faktor perbaikan baik sistem maupun infrastruktur yang bisa mengubah Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pelabuhan besar.
"Saya optimistis Tanjung Priok bisa menjadi pelabuhan yang bisa mengalahkan Tanjung Lepas dan Singapura," cetus Agung.
(wij/dnl)











































