Dirjen Bea Cukai Keluhkan Banjir dan Macet di Tanjung Priok

Dirjen Bea Cukai Keluhkan Banjir dan Macet di Tanjung Priok

Wiji Nurhayat - detikFinance
Senin, 21 Jan 2013 11:41 WIB
Dirjen Bea Cukai Keluhkan Banjir dan Macet di Tanjung Priok
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Pihak Bea dan Cukai mengakui Pelabuhan Tanjung Priok makin sering mengalami banjir dan macet. Pelabuhan ini sudah tak mampu lagi menampung laju keluar masuk barang yang makin padat.

Hal ini diakui Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono saat peresmian layanan Auto gate system di Kantor Pusat Pelindo II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (21/1/2013).

"TPS (Tempat Penampungan Sementara) di Pelabuhan Tanjung Priok memiliki fasilitas yang kurang memadai baik luas maupun sarana dan prasarana. Sehingga kemacetan terjadi baik di dalam maupun di luar pelabuhan dan banjir, sehingga kendaraan sulit memasuki akses jalan pelabuhan," keluh Agung di depan Menko Perekonomian Hatta Rajasa yang hadir dalam acara tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditambahkan Agung, idealnya sebuah pelabuhan dijalankan secara terintegrasi dan dipegang oleh satu entitas saja. Namun di Pelabuhan Tanjung Priok ada 21 entitas yang terpecah belah.

"Bahwa kondisi pelabuhan ideal yaitu satu entitas. Di Tanjung Priok ada 21 entitas yang berbeda, dan infrastruktur yang minim juga terpecah-pecah. Jadi harusnya seluruh wilayah pelabuhan ini ada satu tempat dan barang keluar," tambahnya.

Walaupun begitu, Agung berkeyakinan pelabuhan Tanjung Priok bisa mengalahkan Pelabuhan Tanjung Lepas (Malaysia) dan Singapura. Faktor perbaikan baik sistem maupun infrastruktur yang bisa mengubah Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pelabuhan besar.

"Saya optimistis Tanjung Priok bisa menjadi pelabuhan yang bisa mengalahkan Tanjung Lepas dan Singapura," cetus Agung.

(wij/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads