Mustafa Abubakar Angkat Bicara Soal Krisis Kedelai

Mustafa Abubakar Angkat Bicara Soal Krisis Kedelai

Wiji Nurhayat - detikFinance
Rabu, 23 Jan 2013 10:45 WIB
Mustafa Abubakar Angkat Bicara Soal Krisis Kedelai
Jakarta - Penyebab sulitnya Indonesia bisa swasembada kedelai karena lahan yang kian menyusut sehingga Indonesia harus impor jutaan ton kedelai per tahun. Sedangkan tahun 2014 pemerintah mempunyai target mencapai swasembada komoditi pangan ini.

Hal ini disampaikan oleh Mantan Dirut Perum Bulog yang sekarang menjabat Komisaris Bank BRI Mustafa Abubakar dalam acara Revitalisasi Tata Niaga Menuju Swasembada Kedelai di Gedung Nusantara II DPR Jakarta, Rabu (23/1/2013).

"Dimana persaingan penggunaan lahan tidaklah mudah. Persaingan penggunaan lahan dengan komoditas pertanian lain itu yang menjadi masalah dan tidaklah mudah," kata Mustafa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Mustafa, luas panen kedelai tahun 2012 mencapai 600.000 hektar dengan produksi 779.800 ton. Nilai ini menurun 8,4% dibandingkan tahun 2011 akibat penyusutan lahan dengan luas hanya tersisa 566.693 hektar. Angka ini jauh dari apa yang diharapkan karena pemerintah menargetkan swasembada kedelai tahun 2014 yaitu 2,7 juta ton.

"Swasembada kedelai produksi tahun 2014 harus mencapai 2,7 juta ton," imbuhnya.

Selain permasalahan lahan, cara lain yang harus dilakukan pemerintah adalah penerapan teknologi inovasi tepat guna. Inovasi teknologi adalah salah satu langkah tepat disaat masalah lahan masih mempengaruhi keinginan Indonesia untuk mencapai swasembada kedelai.

"Yang paling mungkin kita lakukan adalah dengan bibit dan teknologi yang bagus kita dapat perbaiki. Saat itu (sejak menjadi Dirut Perum Bulog) saya dorong beras organik dan 3 tahun kemudian Tasikmalaya menjadi produksi beras organik terbesar di Indonesia. Inovasi teknologi adalah pilihan disaat adanya persaingan lahan," tandasnya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads