Hal ini disampaikan oleh Mantan Dirut Perum Bulog yang sekarang menjabat Komisaris Bank BRI Mustafa Abubakar dalam acara Revitalisasi Tata Niaga Menuju Swasembada Kedelai di Gedung Nusantara II DPR Jakarta, Rabu (23/1/2013).
"Dimana persaingan penggunaan lahan tidaklah mudah. Persaingan penggunaan lahan dengan komoditas pertanian lain itu yang menjadi masalah dan tidaklah mudah," kata Mustafa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Swasembada kedelai produksi tahun 2014 harus mencapai 2,7 juta ton," imbuhnya.
Selain permasalahan lahan, cara lain yang harus dilakukan pemerintah adalah penerapan teknologi inovasi tepat guna. Inovasi teknologi adalah salah satu langkah tepat disaat masalah lahan masih mempengaruhi keinginan Indonesia untuk mencapai swasembada kedelai.
"Yang paling mungkin kita lakukan adalah dengan bibit dan teknologi yang bagus kita dapat perbaiki. Saat itu (sejak menjadi Dirut Perum Bulog) saya dorong beras organik dan 3 tahun kemudian Tasikmalaya menjadi produksi beras organik terbesar di Indonesia. Inovasi teknologi adalah pilihan disaat adanya persaingan lahan," tandasnya.
(wij/hen)











































