"Kita bertekad untuk tidak impor di tahun 2013, tentunya mohon berdoa supaya produksi dan upaya Kementan tercapai," ungkap Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (23/1/2013).
Menurut Sutarto, tahun lalu pemerintah meminta mengalokasikan importasi beras sebanyak 1 juta ton. Dari jumlah itu realisasi kontrak impor yang dilakukan Bulog sebesar 720 ribu ton dan yang masuk hanya 670 ribu ton. Sutarto mengatakan, stok beras pada saat itu sudah cukup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutarto mentargetkan, tahun ini Bulog bisa menyerap beras domestik sebanyak 2 juta ton. Ia berkeyakinan tahun ini Indonesia tidak akan impor beras asal produksi petani tidak terganggu dan iklim cuaca baik.
"Akhir tahun 2013 kita harapkan penyerapan 2 juta itu dari penyerapan dalam negeri. Surplus sebagian besar dibeli oleh Bulog yaitu 3.665.000 ton, tahun ini (2013) untuk PSO 3.550.000 ton, komersial 700 ribu ton. Iklim tidak mengganggu dan produksi petani bisa tercapai dan kita tidak impor," cetusnya.
(wij/dnl)










































