Delegasi pengusaha Turki menyampaikan minat untuk menanamkan investasi pada bidang pariwisata terutama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.
"Kami ingin tahu soal kawasan pariwisata Tanjung Lesung. Berapa harga lahan di kawasan tersebut," ungkap Wakil Ketua Konfederasi Pengusahan dan Industri Turki (TUSKON) Mustofa Yildiz di ke Pendopo Gubernur, Jumat (25/1/2013)
Pertemuan ini difasilitasi oleh Turkish Indonesia Trade Asociation (TITA). Pihak Turki menanyakan peluang invetasi di KEK Tanjung Lesung seperti potensi pasar untuk wisatawan lokal dan mancanegara, luas kawasan yang belum terbangun, keamanan dan keindahan di Pantai Tanjung Lesung. Mustofa menyatakan, TUSKON memiliki 50 ribu pengusaha yang tergabung dalam 200 himpunan pengusaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Ivonne Anggraino perwakilan dari PT Banten West Java sebagai pengelola Tanjung Lesung menyampaikan berbagai potensi di KEK Tanjung Lesung. Ia mengungkapkan, KEK Tanjung Lesung memiliki lahan 1500 hektare.
"Kami menawarkan lahan per meter Rp 1,5 juta," ujar Ivonne.
Lebih lanjut Ivonne juga menjelaskan bahwa saat ini di Tanjung Lesung sudah terdapat tiga hotel bintang empat. โSaat ini berbagai fasilitas juga telah tersedia, seperti 3 hotel bintang dan lapangan golf,โ jelasnya.
Delegasi pengusaha Turki mengunjungi Banten hari ini (25/1/2013). Rombongan delegasi Turki diterima Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Sekda Banten Muhadi, Ketua DPRD Banten Aeng Haerudin, juga sejumlah perwakilan Kadin dan pengusaha.
Rombongan dari Turki yang berkunjung ke Provinsi Banten untuk penjajakan kerjasama tersebut diantaranya Ketua Partai AK Kota Erzurum Mr Murat Koc, Fatih Cengiz (Walikota Aziziye), Mustofa Yildiz (Wakil Ketua TUSKON), Sakir Coban (Direksi TUKSON), Ali Keskin (Ketua Sektor Pendidikan Kota Aziziye) dan Mr Ismail Cakmak (Sekretaris Umum TITA).
(hen/hen)











































