Lonjakan Arus Mudik Tahun Ini Diprediksi Capai 13%
Selasa, 28 Sep 2004 13:00 WIB
Jakarta - Pemerintah memperkirakan pada tahun 2004 ini akan terjadi lonjakan arus mudik sekitar 13 persen. Salah satu upaya untuk mengatasi lonjakan itu, pemerintah akan meresmikan fly over di Pamanukan yang selama ini menjadi sumber kemacetan pada 10 Oktober mendatang.Hal ini disampaikan Menkimpraswil Soenarno yang juga Menhub ad interim usai rakortas di Gedung Depkeu, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa, (28/9/2004).Dijelaskan, untuk angkutan darat, terutama jalur lintas timur dan pantura saat ini kondisinya sudah lebih baik jika dibandingkan dengan tahun lalu. Karena saat ini sudah dibangun fly over sepanjang 800 meter di Pamanukan yang diharapkan bisa mengurangi kemacetan yang selalu timbul selama musim mudik akibat adanya perempatan di pasar Pamanukan.Disamping itu, pemerintah juga mengupayakan memperbanyak lajur jalan yang selama ini hanya satu lajur menjadi dua lajur. Khusus angkutan udara, ia menjelaskan, sekarang ini terjadi peningkatan jumlah penumpang yang sangat tajam. Pada awal pemerintahan Megawati jumlah penumpang hanya mencapai 6-7 juta/tahun, namun saat ini sudah mencapai 20 juta/tahun."Jadi, kalau kita lihat di berbagai bandara sudah sangat crowded. Untuk penerbangan Jakarta-Surabaya saja sudah mencapai 100 flight/hari. Ini harus diantisipasi untuk pengaturan-pengaturan yang lebih baik," kata dia.Untuk angkutan laut, ia menjelaskan, saat ini untuk sarana dan prasarananya sudah baik dan hanya dari sisi pengaturan dan penertibannya yang harus diperbaiki.Terkait dengan lonjakan penumpang saat mudik Lebaran, menurutnya, tidak terlepas dari keberhasilan proses Pemilu dan adanya pemerintahan baru. Ia mengungkapkan, tahun lalu selama satu minggu libur lebaran jumlah arus mudik mencapai 21 juta orang."Untuk tahun ini lonjakan arus mudik kita perkirakan naik 13 persen, sehingga kita harus mengantisipasi lebih awal," kata Soenarno. Untuk memudahkan koordinasi antar instansi dalam rangka mengantisipasi lonjakan arus mudik ini, pemerintah akan segera mengeluarkan Inpres akhir pekan ini."Kalau dulu hanya berupa Kepmen, tapi tahun ini akan kita minta ada Inpres supaya koordinasi antar instansi bisa lebih baik," kata dia.Setelah adanya Inpres dan Kabinet Gotong Royong mempersiapkan segala sesuatunya, maka selanjutnya masalah ini akan dialihkan kepada pemerintahan baru.
(mi/)











































