Harga Beras Naik Pasca Banjir, Beras Bulog Murah Tapi 'Pera'

Harga Beras Naik Pasca Banjir, Beras Bulog Murah Tapi 'Pera'

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Sabtu, 26 Jan 2013 14:00 WIB
Harga Beras Naik Pasca Banjir, Beras Bulog Murah Tapi Pera
Foto: Dewi-detikFinance
Jakarta - Pasca banjir besar di Jabodetabek seminggu terakhir, harga kebutuhan pokok terkerek naik. Para pedagang di pasar tradisional menyatakan harga beras ikut naik.

Sumiyati (75), pedagang beras di Pasar Gembrong, Jakarta mengaku adanya kenaikan harga beras.

"Beras pada naik. Kurang tahu penyebabnya, sudah dari sananya. Mungkin di kampung sudah nggak pada panen karena banjir juga," kata dia saat ditemui detikFinance di Pasar Gembrong Inpres, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1/13).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia merinci, harga beras per karung naik menjadi Rp 430 ribu per karung untuk jenis BMD Pandan Wangi yang semula Rp 380 ribu per karung. Sementara untuk beras jenis korma naik menjadi Rp 430 ribu per karung dari sebelumnya yang hanya Rp 390 ribu per karung.

Namun, kata Sumiyati, ada harga beras yang paling murah yaitu beras Bulog dari pemerintah yang dipatok dengan harga Rp 370 ribu per karungnya.

"Harga beras per liter macam-macam mulai dari Rp 6.500/kg (pulen), Rp 7.000/kg (BMD), Rp 7.500/kg (BMW), sampai Rp 8.000/kg (IR42 dan korma). Jenis korma paling enak, biasanya buat nasi padang. Yang paling murah beras Bulog, beras jatah pemerintah, harganya Rp 6.000/kg tapi nggak bagus, pera," terangnya.

Sumiyati mengatakan, biasanya para pegawai pemerintah menjual beras (Bulog) jatah mereka ke para penjual beras di pasar untuk ditukar dengan beras yang bagus.

"Semua pegawai pemerintah dapat beras Bulog dijual dan ditukar ke sini, soalnya beras dari pemerintah pera, paling buat tepung dan buat bikin kue atau campuran nasi goreng," katanya.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads