Ini Dia Perusahaan yang Paling Dibenci di Amerika (1)

Ini Dia Perusahaan yang Paling Dibenci di Amerika (1)

Zulfi Suhendra - detikFinance
Senin, 28 Jan 2013 08:07 WIB
Ini Dia Perusahaan yang Paling Dibenci di Amerika (1)
Foto: Reuters
Jakarta - Di Amerika Serikat (AS), sebuah perusahaan sangat sulit untuk dicintai masyarakat seperti layaknya Apple atau Amazon. Banyak perusahan yang dibenci dan bahkan difitnah.

Akhirnya, untuk disukai, perusahaan harus melakukan segala hal dengan benar. Tapi, untuk masuk ke dalam daftar perusahaan yang dibenci, yang harus dilakukan adalah membuat kesalahan-kesalahan yang membuat marah para konsumennya, menghukum para pemegang sahamnya, dan melakukan kekerasan terhadap pekerjanya.

Ketika perusahaan sahamnya anjlok, ketika karyawan merasa tidak nyaman dan berujung dengan memperlakukan konsumen dengan buruk, ketika slip merah (PHK) dibagikan secara massal, dan lain-lain, itu adalah kondisi di mana sebuah perusahaan sadar bahwa citranya sudah turun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wall Street melakukan penelitian lebih mendalam terhadap hal-hal seperti itu. Dengan metode pengukuran seperti survei terhadap konsumen, performa sahamnya, dan kepuasan pekerjanya.

Dikutip dari dailyfinance, Senin (28/1/2013), ada 10 perusahaan di Amerika yang paling dibenci di 2012, apa saja? Klik tautan di bawah untuk mencari tahu bagian pertamanya.

1. J.C Penney

Foto: Reuters
J.C Penney (JCP) berubah menjadi sebuah perusahaan dengan manajemen yang buruk dari asalnya sebuah perusahaan ritel yang fantastis. Mantan pimpinan Apple Ron Johnson bergabung sebagai CEO di perusahaan ini pada November 2011, dan melakukan perubahan besar terhadap perusahaan. Salah satunya adalah mengubah kebijakan rantai kebijakan harga, dengan menghilangkan penjualan dan kupon. Dan reaksi publik langsung keras. Penjualan turun 20% pada kuartal pertama setelah Johnson menerapkan kebijakannya. Penjualan pun menurun dengan cepat sejak saat itu seiring dengan pelanggan yang perlahan-lahan pergi.

Sahamnya turun lebih dari 40% sejak Johnson mengambil alih, dan perusahaan menghilangkan dividen. "Ini sudah menjadi bencana, dan akan terus menjadi bencana. Mereka telah membuat setiap langkah menjadi salah," ungkap Analis ritel Durban Capital Steve Kernkraut.

2. Dish Network

Foto: Reuters
Dish memiliki predikat sebagai perusahaan dengan pelayanan buruk di ACSI ataupun MSN Money. Bahkan, perusahaan network televisi ini masuk ke dalam daftar 'Hall of Shame' sebagai salah satu perusahaan yang paling buruk. Dish 'menjauhkan' diri dari para pelanggannya sejak Mei, tepat saat mereka menghilangkan beberapa salurannya, termasuk AMC dan menghilangkan program terkenalnya seperti 'Mad Men' dan 'Breaking Bad'.

Sementara itu, dalam certia BusinessWeek berjudul 'The Meanest Company in America' (Perusahaan Paling Kasar di Amerika), mantan dan para karyawan Dish menyebut lingkungan yang dibuat oleh pendiri perusahaan tersebut sebagai perusahaan dengan 'budaya dan kepercayaan yang rendah'.

3. AT&T

AT&T adalah perusahaan operator telekomunikasi. Tahun lalu, AT&T berencana membeli operator nirkabel dari induk usahanya Deutsche Telekom (DT). Tapi kesepakatannya gagal setelah Departemen Kehakiman menuntut untuk memblokir dan membatalkan akuisisi tersebut sebagai sesuatu yang dianggap tidak kompetitif.
Hal itu membuat DT terjebak menjadi kambing hitam di antara 4 operator nirkabel AS lainnya. Operator 4G yaitu T-mobile menjadi tertinggal dari 3 operator lainnya, dan kepuasan pelanggan berada dalam tempat akhir dengan AT&T Mobility, menurut ACSI.

T-Mobile juga berada di peringkat terbawah di antara daftar pelayanan pelanggan dalam survei yang dilakukan MSN. T-Mobile berharap untuk meningkatkan posisinya dengan cara 'kawin' dengan MetroPcs, dan akhirnya menawarkan iPhone pada pelanggannya. Namun, dengan kerugian yang tidak biasa yaitu kehilangan 1.588.000 pelanggannya, hal itu seperti terlambat bagi T-Mobile.

4. Facebook

Foto: Reuters
Penjualan saham perdana (IPO) Facebook seakan terasing dari para investor, dan drama tersebut berlangsung berminggu-minggu. Dari penawaran pertama, saham Facebook menembus harga US$ 35 per lembar, lalu turun menjadi US$ 20 dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan. Facebook kerap memiliki masalah kepuasan pelanggannya, belakangan ini melakukan pekerjaan yang menjengkelkan sekitar 1 juta penggunanya.

Perusahaan milik Mark Zuckerberg seakan tak menolong dirinya sendiri dalam keterpurukan saat Facebook menyatakan, dirinya memiliki hak untuk mempublikasikan kembali semua foto pada akun pengguna instagramnya. Menurut ACSI, Facebook merupakan salah satu perusahaan yang paling tidak disukai di Amerika.

5. Citi

Foto: Reuters
Citigroup memecat CEO-nya Vikram Pandit akhir tahun lalu. Setelah Vikram menggiring Bank ke dalam krisis keuangan dan kemudian memecat ribuan pekerjanya.
Poin-poin tersebut cukup untuk menghancurkan moral para pekerjanya, namun hal tersebut belum berakhir. Sebagai tambahan, kesalahan Pandit dalam penjualan Smith Barney unit menyebabkan Citi merugi US$ 2,9 miliar. Saham Citi belum bangkit kembali dari posisi terendah mereka dengan dibandingkan dengan para pesaing perusahaan.

Dalam hal hubungan dengan para pelanggannya, Citi mendapatkan tempat di daftar 'Hall Of Shame' dari MSN Customer Service. Peringkat ACSI-nya sudah rendah, lebih rendah di 2012. Berdasarkan Interbrand, merk Citi nilainya turun 12% tahun lalu.
Halaman 2 dari 6
(zlf/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads