Menurut Ketua Umum KADIN Suryo Bambang Sulisto, aturan tersebut harus dipikirkan secara matang karena jika salah menetapkan kebijakan dapat menganggu investasi.
"Harus berhati-hati jangan sampai itu berdampak pada iklim berusaha di sini yang menjadi tidak menarik. Kita perlu menjaga kestabilan arus investasi yang masuk jangan sampai terganggu. Indonesia dianggap tujuan investasi yang sangat menarik. Kita konsultasikan dulu secara matang, sama-sama, jangan hanya berpikir jangka pendek saja," ujarnya di Seminar Ekonomi 2013 di Hotel Four Seasons, Rabu (30/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meningkatkan pajak bukan berarti meningkatkan pendapatan negara. Menurunkan pajak bisa meningkatkan pendapatan negara karena kuenya diperbesar. Orang jadi masuk tertarik untuk berbisnis di Indonesia, jumlah wajib pajak menjadi lebih banyak yang pada akhirnya pajak banyak yang masuk," ujarnya.
Suryo menambahkan upaya pemerintah dalam meningkatkan pajak melalui intensifikasi bukanlah sesuatu yang salah. Namun, jangan lupa melakukan ekstensifikasi guna memperluas potensi penerimaan pajak.
"Jadi upaya intensifikasi untuk meningkatkan pendapatan pajak boleh-boleh saja. Tapi jangan lupa upaya ekstensifikasi. Kuenya di perbesar. Jadi jangan intensifikasi saja tapi strategi bagaimana ekstensifikasi," pungkasnya.
Sebelumnya, setelah AS dan Prancis mengusung rencana menaikkan pajak bagi orang-orang kaya di negaranya, ternyata Jepang juga bakal melakukan hal serupa. Pasalnya utang Jepang yang kian 'menggunung' membuat cemas pemerintahan Shinzo Abe ini.
Di negeri Paman Sam kebijakan tersebut ditolak oleh Partai Republik yang berkomitmen menentang kenaikan tarif pajak. Namun bulan ini, mereka menyetujui kenaikan pajak pendapatan hanya setelah mendapat desakan kuat dari Presiden dari Partai Demokrat, Barack Obama.
(nia/dru)










































