Demikian disampaikan oleh Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di sela acara ground breaking hanggar 4 GMF AeroAsia di Kompleks Bandara Soekarno Hatta, Rabu (30/1/2013).
"Target sementer I-2014, kita optimis beroperasi," tutur Bambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KRL double track Tangerang-Duri sudah selesai kemudian PT KAI, sekarang lagi tender dari stasiun Batu Ceper ke stasiun Bandara.
Stasiun bandara nanti dibangun oleh AP (Angkasa Pura) II. Itu sedang tender," cetusnya.
Terkait harga tiket, ada usulan awal harga tiketnya Rp 75 ribu. Namun Bambang menjelaskan besaran tersebut belum final. "Harga tiket belum ditetapkan, usulannya Rp 75.000 tapi kita hitung berdasar daya beli masyarakat," cetusnya.
Sebelumnya, Kepala Humas KAI Sugeng Priyono menjelaskan, KRL Commuter ini akan berbeda dengan konsep KRL yang telah ada karena akan memberikan pelayan terbaik. Sehingga untuk tarif, setiap penumpang akan dikenakan sekitar Rp 75.000 per perjalanan.
"Dari Jakarta Rp 75.000 dengan rangkaian baru, gerbong baru kelas bandara," tuturnya.
Sugeng menegaskan pihaknya sama sekali tidak mendapatkan subsidi sehingga betul-betul dijual dengan tarif komersial. "Kereta bandara ini betul-betul tarif komersial," tambahnya.
Semantara itu, Dirut KAI Ignasius Jonan menjelaskan untuk kepastian tarif KRL Commuter ini masih bisa berubah atau belum final. "Belum final," tambahnya.
(hen/dnl)










































