Cegah Suap, Impor Daging Sapi Lebih Baik Via BUMN

Cegah Suap, Impor Daging Sapi Lebih Baik Via BUMN

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 31 Jan 2013 15:23 WIB
Cegah Suap, Impor Daging Sapi Lebih Baik Via BUMN
Jakarta - PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) meminta Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan memberi kuota impor daging sapi beku 2013 kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Selama ini kuota impor murni diberikan kepada swasta.

Dirut RNI Ismed Hasan Putro menjelaskan, pihaknya memiliki kemampuan mendistribusikan langsung daging beku impor kepada konsumen melalui anak usahanya sehingga bisa mengendalikan harga.

"Agar ke depan pemerintah tidak risau dengan kebutuhan dan stok keperluan daging beku nasional juga bisa mencegah kongkalikong karena ini BUMN," tutur Ismed kepada detikFinance, Kamis (31/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama ini dua perusahaan pelat merah yakni RNI dan Berdikari diberi tugas mengembangkan sapi untuk mendukung kebutuhan dan swasembada daging sapi nasional.

Jika kuota impor diberikan kepada BUMN, pemerintah bisa dengan mudah mengatur pasokan atau mengendalikan gonjang-ganjing harga daging, namun hal tersebut sulit dilakukan kalau kuota impor dipegang penuh oleh swasta.

"Ini bisa jadi insetif bagi kami yang menagani sapi juga jadi jangan dikasih ke swasta yang tidak ada korelasi sapi (punya pengalaman)," sebutnya.

(hen/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads