Disisi lain kualitas produk buah impor belum terjamin lebih baik, bahkan pernah ada temuan buah jeruk impor asal China yang memakai pengawet berbahaya.
"Jadi untuk tahan itu, gampang, kita sepakat jangan makan buah impor. Semangat itu yang nggak ada," katanya dalam diskusi publik di kantor PBNU, Jalan Kramat, Jakarta, Kamis (31/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pir, kiwi okelah kita nggak produksi. Tapi kalau apel. Impor hanya untuk menutup kekurangan," ucapnya.
Suswono menilai Indonesia dijadikan pasar buah impor yang murah meriah yang belum terjamin kualitasnya karena daya beli masyarakat rendah. Masyarakat cenderung mengutamakan harga yang rendah dalam mengkonsumsi barang termasuh buah.
"Daya beli masyarakat kita rendah. Jadi yang penting murah," cetus Suswono.
Ia menuturkan, pihaknya pernah menemukan jeruk asal China dengan harga murah tapi itu sudah tidak layak konsumsi lagi. "Mereka itu jeruk China dimanipulasi sedemikian rupa, sehingga terlihat segar. Kita pernah menemukan itu," pungkasnya.
(hen/hen)











































