Neraca Perdagangan RI Defisit US$ 1,63 Miliar di 2012

Neraca Perdagangan RI Defisit US$ 1,63 Miliar di 2012

- detikFinance
Jumat, 01 Feb 2013 10:01 WIB
Neraca Perdagangan RI Defisit US$ 1,63 Miliar di 2012
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan selama 2012 lalu, jumlah ekspor Indonesia US$ 190,04 miliar sementara impor US$ 191,67 miliar. Dengan jumlah tersebut, maka defisit neraca perdagangan Indonesia di 2012 mencapai US$ 1,63 miliar.

Kepala BPS Suryamin menyebutkan, ekspor Desember 2012 sebesar US$ 15,41 miliar atau turun 9,78% dibandingkan Desember 2011.

"Untuk ekspor migas sebesar US$ 2,96 miliar, sementara ekspor non migas USD$ 12,44 miliar," ujar Suryamin dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Jumat (1/2/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total ekspor Indonesia periode Januari-Desember 2012 sebesar US$ 190,04 miliar atau turun 6,61% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$ 203 miliar. Ekspor non migas mencapai US$ 153,07 miliar atau turun 5,52% pada periode yang sama tahun lalu.

Barang ekspor terbesar Indonesia adalah bahan bakar mineral sebesar US$ 26,41 miliar dan lemak dan minyak hewan nabati senilai US$ 21,3 miliar.

Suryamin menyebutkan, pangsa ekspor terbesar Indonesia adalah ke China yaitu sebesar US$ 20,86 miliar, Jepang sebesar US$ 17,23 miliar, dan AS sebesar US$ 14,59 miliar. Kemudian ekspor ke negara ASEAN sebesar US$ 31,27 miliar untuk pangsa pasar sebesar 20,42% dan Uni Eropa senilai US$ 17,95 miliar dengan pangsa pasar 11,73%.

"Secara volume meningkat tetapi terjadi penurunan harga komoditas karena krisis," ujarnya.

Sementara itu, impor Desember 2012 sebesar US$ 15,56 miliar atau turun 5,55% dibanding Desember 2011 sebesar US$ 16,48 miliar. Untuk impor migas sebesar US$ 3,71 miliar dan impor non migas sebesar US$ 11,86 miliar.

"Total impor Januari hingga Desember 2012 sebesar US$ 191,67 miliar atau naik 8,02 persen pada periode sama tahun lalu dengan impor non migas sebesar US$D 149,11 miliar atau naik 9,05 persen pada periode sama tahun lalu," ujarnya.

Impor terbesar, lanjut Suryamin, adalah mesin dan peralatan mekanik US$ 28,42 miliar, serta mesin dan peralatan listrik sebesar US$ 18,9 miliar.

Negara asal barang impor terbesar ke Indonesia adalah dari China dengan nilai perdagangan US$ 28,96 miliar, Jepang sebesar US$ 22,69 miliar, Amerika Serikat sebesar US$ 11,47 miliar. Sedangkan impor dari negara ASEAN senilai US$ 31,72 miliar dengan pangsa pasar 21,28%, serta impor dari negara Uni Eropa sebesar US$ 14,06 miliar dengan pangsa pasar sebesar 9,43%.

Dengan realisasi perdagangan tersebut, Suryamin menyatakan pada Desember 2012 terjadi defisit kembali sebesar US$ 155,2 juta, sehingga secara kumulatif defisit sebesar US$ 1,63 miliar.

"Jadi ya karena penurunan harga komoditas tadi karena secara kuantitas sebenarnya meningkat," tandasnya.

(nia/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads