"Saya ke sini (bertemu dengan peternak sapi) bukan dalam rangka swasembada Daging Sapi, namun kedatangan saya untuk membantu pemerintah dalam rangka pengembangan peternakan sapi," ujar Dahlan Iskan dalam kunjungannya tersebut, Minggu (3/2/2013).
Kepala Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi menambahkan tujuan kunjungan Dahlan kali ini ke peternak sapi guna mengetahui kebutuhan para peternak sapi agar tidak hanya mengembangbiakkan sapi, tetapi juga mampu mengolah hasil pembuangan dari hewan ternaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena seperti diketahui selama ini mereka hanya beternak saja. Sementara, urine dan kotoran belum diupayakan maksimal," jelasnya.
Selain akan mengirimkan ahli sapi, lanjut Faisal, Dahlan juga akan mengirim kelompok tani tersebut untuk belajar mengenai Rumah Kompos tersebut dengan kelompok tani lain yang telah berhasil mengembangkan teknik dalam mengolah kotoran ternak. Kegiatan ini, tambahnya, akan langsung dipantau Asisten Deputi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).
"Beliau juga akan mengirim kelompok tani tersebut untuk belajar Rumah Kompos di tempat lainnya yang sudah berhasil, agar pemanfaatan kotoran semakin optimal yang nanti akan difasilitasi oleh Kementerian BUMN melalui Asdep PKBL Ibu Dr. Upik Rosalina Wasrin," paparnya.
Faisal menyatakan kebanyakan para peternak sangat mengharapkan BUMN dapat ikut membantu kelompok peternak sapi melalui pelatihan dan pendanaan.
"Salah satu contoh apa yang disampaikan oleh Pak Sumekto yang memiliki sapi sebanyak 80 ekor yang semuanya diperuntukkan "anakan" / pengembangbiakan sapi. Sehingga Pak DI sangat kagum dengan beliau, dan bahkan beliau menyebut Pak Sumekto sebagai Pahlawan Sapi Indonesia karena seperti diketahui Indonesia sangat kekurangan anakan sapi," tandasnya.
(nia/dru)











































