Pemerintah Serahkan Penyelesaian Masalah Texmaco ke PPA

Pemerintah Serahkan Penyelesaian Masalah Texmaco ke PPA

- detikFinance
Rabu, 29 Sep 2004 14:32 WIB
Jakarta - Pemerintah memutuskan mengalihkan penanganan seluruh permasalahan Texmaco kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). PPA diberi waktu enam bulan untuk menyelesaikan masalah di Texmaco. Jika dalam kurun waktu tersebut tidak bisa terselesaikan, penanganan Texmaco selanjutnya akan diserahkan kepada Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara (DJPLN).Hal ini disampaikan anggota Tim Pemberesan BPPN Bidang Penyelesaian Aset I Nyoman Sender dikantornya Gedung Sudirman Square di Jl. Jend. Sudirman, Jakarta, Rabu, (29/9/2004).Sender menjelaskan, pemerintah sebetulnya memiliki dua opsi untuk penanganan Texmaco, pertama, diserahkan kepada tim pemberesan, dan kedua kepada tim pemberesan."Tapi kalau dikelola tim pemberesan masa hidupnya tinggal sebentar dan tim pemberesan punya keterbatasan disamping tidak punya kewenangan seperti BPPN," kata dia.Mengenai alasan kenapa Texmaco tidak langsung diserahkan ke DJPLN, Sender mengatakan, hal itu terkait dengan tugas DJPLN selama ini yang menagih dan melelang tanpa ada kewenangan merestrukturisasi.Dengan waktu enam bulan yang diberikan kepada PPA untuk menangani Texmaco, lanjut dia, dimaksudkan agar DJPLN mempersiapkan diri agar nantinya bisa mengelola Texmaco.Sender mengakui, saat ini kondisi Texmaco sudah sangat parah, di mana yang memiliki harapan hanya divisi garmen. Sementera divisi engineering sudah mati. "tapi kalau garmen mau jalan harus suntik modal. nah, sekarang siapa yang mau suntik modal," katanya.Mengenai tanggung jawab Texmaco, Sender mengatakan, saat ini kembali ke tangan Sinivasan karena Newco yang dulu dibentuk sudah tidak ada lagi.Total utang Texmaco sendiri mencapai Rp 27 triliun, sementara saat ditangani BPPN aset Texmaco pernah ditawar di bawah satu persen. Saat ini Texmaco juga tengah menghadapi masalah pembayaran PHK sebesar Rp 40 miliar disamping juga utang kepada pemerintah dalam bentuk pembayaran pajak dan lain-lain. (mi/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads