"Impor daging sapi terhadap total nilai impor itu relatif kecil dan kontribusinya juga kecil. Keuntungan itu harga kita saat ini US$ 9,5/Kg (di dalam negeri) sedangkan di Singapura dan Australia itu hanya US$ 4-4,5/Kg, jadi selisihnya US$ 5 per Kg. Itu dan itulah keuntungannya," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Senin (4/2/2013).
Naiknya harga daging di Indonesia yang sudah mencapai US$ 9,5/Kg disinyalir sebagai dampak dari adanya pengetatan jumlah impor atas daging beku. "Ini diduga datang dari kebijakan kita mengurangi jumlah impor. Jika ada aturan monopoli kita akan terapkan undang-undang persaingan usaha," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini harus ada peningkatan sapi lokal. Sekarang ini harga tinggi di kalangan konsumen dan ritel. Di daerah coba pasok itu (daging sapi). Bahkan sudah ada restoran yang tidak menjual produk daging karena nggak ada daging bahkan di Bandung sapi perah sudah dipotong untuk diambil dagingnya. Fenomena ini harus dilihat," tegasnya.
(hen/hen)











































