Saat banyak negara di dunia yang surplus neraca perdagangannya turun karena ekspor melemah, China justru mampu meningkatkan surplus perdagangannya, yang berarti angka ekspornya naik.
"Negara yang neraca perdagangannya masih membaik adalah China, yang surplus perdagangannya meningkat 47,5%," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (4/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu China justru surplus perdagangannya meningkat 47,5%. Salah satu yang menopang pertumbuhan itu adalah kontribusi ekspor China.
"Seperti contoh pasar China, Indonesia menempati posisi ke-14 sebagai negara tujuan ekspor China tahun 2012 dengan kontribusi sebesar 1,7% terhadap total ekspor China," katanya.
Indonesia memang termasuk negara tujuan ekspor yang memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan ekspor China. Selain Indonesia ada Hong Kong, Rusia, Singapura, dan Amerika Serikat. Hampir semua produk utama ekspor China mengalami peningkatan di 2012.
"Furnitur merupakan salah satu produk utama ekspor China yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan ekspor China tahun 2012, selain itu optik, plastik, alas kaki, kendaraan dan electric machinery," tandasnya.
Sementara Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, selama 2012 lalu jumlah ekspor Indonesia US$ 190,04 miliar sementara impor US$ 191,67 miliar. Dengan jumlah tersebut, maka defisit neraca perdagangan Indonesia di 2012 mencapai US$ 1,63 miliar.
(/)










































