Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2012 menembus 6,23%. Turun dari pertumbuhan ekonomi di 2011 yang mencapai 6,5%.
Kepala BPS Suryamin mengatakan, di triwulan IV-2012 mencapai 6,11%, turun dari triwulan III-2012 yang sebesar 6,17%.
"Terjadi pertumbuhan di semua sektor ekonomi. Pertumbuhan tertinggi di sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 9,98%. Diikuti pertumbuhan perdagangan, hotel, dan restoran 8,11%, dan pertumbuhan sektor konstruksi 7,5%," kata Suryamin di kantornya, Jakarta, Selasa (5/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komponen pertumbuhan ekonomi di 2012 adalah konsumsi tumbuh 5,28%, lalu belanja pemerintah 1,25%, lalu pembentukan modal tetap bruto atau investasi tumbuh 9,8%, ekspor tumbuh 2,01%, dan impor 6,65%.
"Belanja pemerintah karena ada moratorium PNS sehingga pengeluarannya tidak terlalu tinggi. Ekspor lebih rendah memang terjadi defisit. Jadi pertumbuhan ekonomi 6,23% dari konsumsi dan investasi," tutur Suryamin.











































