Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat pertumbuhan ekonomi Jakarta sepanjang tahun 2012 mencapai 6,5% dengan nilai Produksi Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp 1.103 triliun atau US$ 120 miliar. Realisasi tahunan ini sama dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2012 yang mengalami pertumbuhan sebesar 6,5%.
"Secara total, nilai perekonomian DKI Jakarta selama tahun 2012 mencapai 1.103 Triliun Rupiah atau sekitar US$ 120 miliar. Nilai tersebut merupakan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut harga berlaku tahun 2012," ujar Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta, Nyoto Widodo dalam siaran pers yang dikutip detikFinance, Selasa (5/2/2013).
Secara kumulatif, PDRB DKI Jakarta tahun 2012 tumbuh sebesar 6,5% dibandingkan dengan tahun 2011. Dari sisi lapangan usaha semua sektor mengalami pertumbuhan positif.
Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor pengangkutan-komunikasi yakni 11,8%, kemudian disusul oleh sektor konstruksi sebesar 6,9%, dan sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar 7,2%. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tersebut disebabkan oleh komponen pembentukan modal tetap bruto sebesar 8,2%, komponen konsumsi rumah tangga sebesar 6,1%, dan komponen ekspor sebesar 5,8%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tersebut didorong oleh hampir semua sektor ekonomi kecuali sektor pertambangan-penggalian, dengan pertumbuhan terbesar dicapai oleh sektor pengangkutan-komunikasi sebesar 4,4%, sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar 2,5%, dan sektor jasa-jasa sebesar 2,4%. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tersebut disebabkan oleh pertumbuhan konsumsi pemerintah sebesar 23%, ekspor sebesar 3,1%, dan pembentukan modal tetap bruto sebesar 2,6%.
(nia/dru)









































