Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta Stagnan di 6,5% Sepanjang 2012

Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta Stagnan di 6,5% Sepanjang 2012

Ramdhania El Hida - detikFinance
Selasa, 05 Feb 2013 14:57 WIB
Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta Stagnan di 6,5% Sepanjang 2012
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat pertumbuhan ekonomi Jakarta sepanjang tahun 2012 mencapai 6,5% dengan nilai Produksi Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp 1.103 triliun atau US$ 120 miliar. Realisasi tahunan ini sama dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2012 yang mengalami pertumbuhan sebesar 6,5%.

"Secara total, nilai perekonomian DKI Jakarta selama tahun 2012 mencapai 1.103 Triliun Rupiah atau sekitar US$ 120 miliar. Nilai tersebut merupakan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut harga berlaku tahun 2012," ujar Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta, Nyoto Widodo dalam siaran pers yang dikutip detikFinance, Selasa (5/2/2013).

Secara kumulatif, PDRB DKI Jakarta tahun 2012 tumbuh sebesar 6,5% dibandingkan dengan tahun 2011. Dari sisi lapangan usaha semua sektor mengalami pertumbuhan positif.

Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor pengangkutan-komunikasi yakni 11,8%, kemudian disusul oleh sektor konstruksi sebesar 6,9%, dan sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar 7,2%. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tersebut disebabkan oleh komponen pembentukan modal tetap bruto sebesar 8,2%, komponen konsumsi rumah tangga sebesar 6,1%, dan komponen ekspor sebesar 5,8%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara PDRB triwulan IV tahun 2012 dibandingkan dengan PDRB triwulan IV tahun 2011 mengalami pertumbuhan sebesar 6,5%. Untuk triwulan IV tahun 2012 menunjukkan pertumbuhan sebesar 2% dibandingkan nilai triwulan III tahun 2012.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tersebut didorong oleh hampir semua sektor ekonomi kecuali sektor pertambangan-penggalian, dengan pertumbuhan terbesar dicapai oleh sektor pengangkutan-komunikasi sebesar 4,4%, sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar 2,5%, dan sektor jasa-jasa sebesar 2,4%. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tersebut disebabkan oleh pertumbuhan konsumsi pemerintah sebesar 23%, ekspor sebesar 3,1%, dan pembentukan modal tetap bruto sebesar 2,6%.

(nia/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads