Demikian disampaikan Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Suharyanto saat ditemui di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Selasa (5/2/2013).
"Sekarang kita di posisi kedua setelah China, biasanya kan China, India, Indonesia. sekarang China meskipun turun masih nomor satu, Indoneseia nomor dua, China sekarang 7,6%, Indonesia 6,23% memang tidak memenuhi target tapi di tengah krisis ini lumayan juga, sementara negara lain jebol," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu bisa tercapai, bisa tidak, kalau krisis global masih terus berlanjut dan neraca perdagangan defisit maka sulit, tapi kalau investasi bisa dipacu dan bisa mengompensasi jadi bisa.untuk ekspor cari pasar negara lain, dan produknya harus unik yang spesifik Indonesia, seperti industri kerajinan, tapi selama ini ekspor kita masih barang mentah," tandasnya.
(/)











































