Harga Daging Tinggi, Tukang Bakso Perbanyak Sagu dan Beralih ke Ayam

Harga Daging Tinggi, Tukang Bakso Perbanyak Sagu dan Beralih ke Ayam

Zulfi Suhendra - detikFinance
Kamis, 07 Feb 2013 09:56 WIB
Harga Daging Tinggi, Tukang Bakso Perbanyak Sagu dan Beralih ke Ayam
Jakarta - Harga daging sapi yang tinggi memukul para pedagang bakso. Tak ingin menaikkan harga, para pedagang bakso pun punya siasat khusus untuk menyikapi hal ini.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (Apmiso) Trisetyo Budiman menuturkan, dibanding menaikkan harga, para pedagang bakso memilih untuk mengubah racikan baksonya, dengan memperbanyak adonan sagu. Bahkan tak sedikit yang menambahkan daging ayam.

"Kalau harga segitu (tinggi) baksonya itu sagunya dibanyakin. Harga tetap," ungkap Trisetyo saat dihubungi detikFinance, Rabu (6/2/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, dalam keadaan normal, harga daging sapi yaitu Rp 70 ribu/kg, pedagang bakso biasanya membuat adonan bakso 8 kg dengan komposisi daging sapi 7 kg ditambah adonan sagu tak lebih dari 1 kg.

"Kalau pedagang yang tertekan sama harganya, satu adonan 8 kg komposisinya 4 kg daging sapi, 2 kg daging ayam ditambah sagu 2 kg. Ini kan berpengaruh sama rasa, bakso itu yang penting konsistensi rasanya," jelasnya.

Namun, dia mencatat, hal ini hanya terjadi pada pedagang bakso kelas menengah ke bawah. Dengan kata lain, pedagang bakso yang banyak ditemui dengan menggunakan gerobak, motor, dipikul atau lainnya. Ini tak berlaku untuk pedagang bakso yang kelas atas.

"Kalau pedagang bakso gedongan misalnya satu adonan 8 kg, daging sapi 7 kg, dan sagu 1 kg," katanya.

Dia menjelaskan, dari sekitar 3,5 juta pedagang bakso yang tercatat sebagai anggota Apmiso, 85% diantaranya adalah pedagang bakso kelas menengah ke bawah. Menurutnya, pedagang bakso seperti itu lah yang sangat terpukul dengan kenaikan harga daging sapi ini.

"Kalau kelas-kelas atas itu nggak usah dipikirin karena hanya 5%. Itu yang 85% itu yang harus dipikirkan. Tantangannya, pemerintah harus menjaga yang 85% itu," tegasnya.

(zlf/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads