"Aneh negara agraris yang punya buah-buahan yang bisa memenuhi produk dalam negeri tetapi impor dibiarkan," ungkap Ketua LP3E Kadin Indonesia Ina Primiana saat berdiskusi dengan media di Kantor Kadin Kuningan Jakarta, Kamis (7/2/2013).
Ia mengatakan, sejak Januari hingga November 2012 impor produk pangan Indonesia adalah sebesar Rp 81,5 triliun. Ina mempertanyakan angka impor yang cukup besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu menurutnya, pemerintah tidak mau tahu dan membiarkan begitu saja persoalan pertanian. Ia mencontohkan tidak ada penggunaan teknologi canggih dalam upaya peningkatan produktifitas pertanian dan kesalahan komunikasi antar kementerian terkait.
"Ini yang terjadi saat ini. Tidak tampak peningkatan dengan teknologi yang canggih dan tidak ada koordinasi dengan kementerian terkait. Juga terabaikannya infrastruktur distribusi yang meningkatkan biaya logistik. Keberpihakan kepada pertanian di Indonesia terus menurun. Jadi dibutuhkan peran pemerintah untuk memperbaiki sektor pertanian," tuturnya.
(wij/dnl)










































