Malaysia Gratiskan Bikers Lewat Jalan Tol

Malaysia Gratiskan Bikers Lewat Jalan Tol

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 08 Feb 2013 11:29 WIB
Malaysia Gratiskan Bikers Lewat Jalan Tol
Ilustrasi
Jakarta - Sekitar 95% jalan tol di Malaysia memiliki akses khusus untuk sepeda motor. Akses jalan tol di Malaysia, disediakan terpisah dari kendaraan roda empat. Bahkan kendaraan para pengendara roda dua alias bikers bisa secara gratis atau tak dipungut biaya ketika masuk atau melewati jalan tol.

Hal ini diungkapkan oleh Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno saat dihubungi detikFinance, Jumat (8/2/2013).

"Tapi tak banyak sepeda motor yang lewat karena mereka sadar, sepeda motor merupakan kendaraan yang rawan kecelakaan," tutur Djoko.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menyediakan jalur khusus untuk sepeda motor, menurutnya dimungkinkan juga diterapkan di Indonesia. Hal ini telah atau akan dilakukan di beberapa tol milik tol milik PT Jasa Marga Tbk di Bali dan Suramadu Jawa Timur serta akan diperluas pada ruas tol di Jabodetabek untuk mengurai kemacetan dari membludaknya kendaraan roda dua.

Secara peraturan, sepeda motor masuk jalan tol dimungkinkan namun dengan syarat tetap disediakan media atau jalur khusus secara terpisah.

"Sepeda motor boleh masuk tol. Itu sudah diatur dalam PP 44/2009 tentang perubahan atas PP 15/2005 tentang Jalan Tol, pasal 1A. Pada jalan tol dapat dilengkapi dengan jalur jalan tol khusus bagi kendaraan bermotor roda dua yang secara fisik terpisah dari jalur jalan tol yang diperuntukan bagi kendaraan roda empat atau lebih," tambahnya.

Namun ia sedikit mengkritik ide yang awalnya dilontarkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan tersebut. Awalnya Dahlan memberikan izin sepeda motor melewati jalan tol di Bali dan diperluas ke beberapa tol di Jabodetabek milik Jasa Marga. Hal tersebut dilakukan untuk mengurai kemacetan parah dan secara hitungan bisnis bisa menambah pendapatan Jasa Marga.

"Tapi bukan kebijakan untuk mengurai kemacetan, itu bertolak belakang, justru akan menambah kemacetan dan ruang parkir di perkotaan, memicu perbanyak pengguna sepeda motor, tidak mendukung program transportasi massal," pungkasnya.

(hen/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads