Saat berbagi pengalaman di kampus Universitas Sari Mutiara Indonesia, Jalan Karya Bakti, Sei Sikambing, Medan, CT menyatakan pelaku bisnis di masa depan, adalah mereka yang sekarang ini duduk di bangku kuliahan yang berumur 20-an tahun. Tidak ada hambatan dalam membuat usaha, sepanjang niat ada, tahu apa yang akan dilakukannya dan semangat pantang menyerah.
"Yang terbaik adalah, membeli masa depan dengan harga saat ini," tukas CT di hadapan sekitar 500 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen beberapa universitas swasta di Medan, dan juga Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatera Utara (P3TSU), termasuk Rektor Universitas Sari Mutiara Indonesia Ivan Elisabeth Purba dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumut, Parlindungan Purba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebutuhan bahan pangan bisa meningkat lebih dari 70 persen," prediksi CT.
Negara yang bisa memproduksi pangan melebihi kebutuhan pangannya sendiri, akan menjadi negara yang kuat. Indonesia dengan lahan yang masih luas akan memiliki peluang itu, menjadi negara yang kuat di masa depan.
Maka para enterpreneur muda bisa memikirkan jenis usahanya di masa depan dengan menganalisa situasi tersebut, dengan menyiapkan segala sesuatunya dari sekarang. Jika ini dilakukan, maka masa depan sudah bisa dibeli dengan harga saat ini.
Acara berbagi pengalaman ini diwarnai dengan pemberian kursi roda dan kaki palsu kepada warga yang membutuhkan. Interaksi lebih personal juga berlangsung antara CT dengan para pedagang pasar tradisional yang hadir di sana.
(rul/dnl)










































