Keduanya sudah sepakat untuk menggenjot penanaman buah tropis lokal, tahap awal jenis pisang dan pepaya. Buah yang ditanam di Jawa Barat tersebut, nantinya akan didukung oleh buah tahunan jenis durian dan manggis.
Setelah masa panen, buah musiman dan tahunan itu akan dikirim ke China untuk memenuhi kebutuhan buah tropis di negara tirai bambu tersebut. Selama ini, buah tropis China dipasok oleh Thailand.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak semata untuk ekspor, tetapi memang untuk manggis dan durian yang tanaman buah jangka panjang dominan untuk ekspor sementara tanaman jangka pendek (pisang dan pepaya) orientasi lokal, tapi bisa juga diekspor. Sementara yang ekspor (manggis dan durian) bisa juga dipasarkan untuk lokal," tutur Dadi kepada detikFinance, Senin (11/2/2013).
Pada tahap awal, akan dikembangkan buah tropis jenis pepaya dan pisang di lahan seluas 1.200 hektar kemudian diperluas secara bertahap mencapai 10.000 hektar hingga 2015.
Perluasan tersebut akan diisi juga dengan tanaman buah manggis dan durian seiring tersedianya pasokan bibit. Dadi menyebut, kalau program ini sukses, perkebunan buah tropis ini merupakan yang terbesar di Indonesia.
"Tapi terbesar di Indonesia, iya, untuk perkebunan buah-buahan terbesar," tambahnya.
Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebut Indonesia sebenarnya tidak perlu bersaing secara frontal dengan Tiongkok di bidang buah. Menurutnya kedua negara bisa ambil posisi saling isi dan saling melengkapi.
Tiongkok, dengan empat musimnya, memiliki kelemahan pokok, yaitu tidak mungkin bisa memproduksi buah tropis. Sebaliknya Indonesia, negara tropis terbesar di dunia, bisa menghasilkan buah tropis seberapa banyak pun.
(hen/ang)










































