MRT Jakarta Dibangun Tahun Ini?

MRT Jakarta Dibangun Tahun Ini?

- detikFinance
Selasa, 12 Feb 2013 09:36 WIB
MRT Jakarta Dibangun Tahun Ini?
Foto: Wiji-detikFinance
Jakarta - Nasib pembangunan sarana transportasi mass rapid transit (MRT) memang belum jelas. Namun Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin Joko Widodo (Jokowi) tampaknya serius membangun MRT tahun ini.

Dari pengamatan detikFinance, Senin (11/2/2013) malam, Pemprov DKI Jakarta memasang panel raksasa soal MRT di pertigaan jalan Juanda arah Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Panel atau billboard raksasa tersebut menuliskan: 'Jakartaku Harapanku, MRT Dibangun Tahun Ini'. Pada panel tersebut juga terdapat gambar prototype MRT, lengkap dengan stasiun dan kereta model elevated (melayang).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya Gubernur DKI Jokowi pernah menyebutkan ingin segera merealisasikan proyek MRT dan juga monorel bulan ini juga. Telah diputuskan Pemprov DKI dan pemerintah pusat, bahwa masing-masing porsi pembiayaan yang ditanggung adalah 51% dan 49%. Semua pembiayaan MRT didapat dari hasil pinjaman dari Japan International Coorperate Agency (JICA).

Total nilai proyek adalah sekitar 144 miliar yen dengan besar pinjaman dari Japan International Coorperate Agency (JICA) sekitar 120 miliar yen, dan selebihnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Untuk rute MRT tahap I Lebak Bulus-Bundaran HI, koridor utara-selatan, jalur MRT terdiri dari 13 stasiun MRT. Yaitu sebanyak 7 stasiun sepanjang 7 Km berada di atas (elevated/layang) yaitu stasiun Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete, Haji Nawi, Blok A, Blok M dan Sisingamangaraja.

Sementara itu 6 stasiun sepanjang 6 km berada di bawah tanah yaitu Bundaran Senayan, Istora, Benhil, Setiabudi, Dukuh Atas, Bundaran HI.

Untuk tahap II masih koridor utara-selatan, rencananya stasiun-stasiunnya semuanya di bawah tanah antara lain Kebon Sirih, Monas, Harmoni, Glodok, Kota dan Kampung Bandan.

Mass Rapid Transit Jakarta (MRT Jakarta) yang berbasis rel rencananya akan membentang kurang lebih 110,8 km, meliputi dua koridor utama, yaitu:

Koridor Utara-Selatan

Koridor ini terdiri dari Koridor Selatan-Utara (Koridor Lebak Bulus-Kampung Bandan) sepanjang kurang lebih ± 23,8 km dan Koridor Timur–Barat sepanjang kurang lebih ± 87 km. Koridor ini dilakukan dalam 2 tahap:

Tahap I yang akan dibangun terlebih dahulu menghubungkan Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI sepanjang 15,7 km dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah) ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2016.

Tahap II akan melanjutkan jalur Selatan-Utara dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 8,1 Km yang akan mulai dibangun sebelum tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi 2018 dipercepat dari 2020. Studi kelayakan untuk tahap ini sudah selesai.

Koridor Timur-Barat

Koridor ini masih dalam tahap studi kelayakan. Koridor ini ditargetkan paling lambat beroperasi pada 2024-2027. Jadi seriuskah Pemprov DKI Jakarta membangun MRT tahun ini?


(wij/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads