Dari pengamatan detikFinance, Senin (11/2/2013) malam, Pemprov DKI Jakarta memasang panel raksasa soal MRT di pertigaan jalan Juanda arah Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Panel atau billboard raksasa tersebut menuliskan: 'Jakartaku Harapanku, MRT Dibangun Tahun Ini'. Pada panel tersebut juga terdapat gambar prototype MRT, lengkap dengan stasiun dan kereta model elevated (melayang).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total nilai proyek adalah sekitar 144 miliar yen dengan besar pinjaman dari Japan International Coorperate Agency (JICA) sekitar 120 miliar yen, dan selebihnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
Untuk rute MRT tahap I Lebak Bulus-Bundaran HI, koridor utara-selatan, jalur MRT terdiri dari 13 stasiun MRT. Yaitu sebanyak 7 stasiun sepanjang 7 Km berada di atas (elevated/layang) yaitu stasiun Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete, Haji Nawi, Blok A, Blok M dan Sisingamangaraja.
Sementara itu 6 stasiun sepanjang 6 km berada di bawah tanah yaitu Bundaran Senayan, Istora, Benhil, Setiabudi, Dukuh Atas, Bundaran HI.
Untuk tahap II masih koridor utara-selatan, rencananya stasiun-stasiunnya semuanya di bawah tanah antara lain Kebon Sirih, Monas, Harmoni, Glodok, Kota dan Kampung Bandan.
Mass Rapid Transit Jakarta (MRT Jakarta) yang berbasis rel rencananya akan membentang kurang lebih 110,8 km, meliputi dua koridor utama, yaitu:
Koridor Utara-Selatan
Koridor ini terdiri dari Koridor Selatan-Utara (Koridor Lebak Bulus-Kampung Bandan) sepanjang kurang lebih ± 23,8 km dan Koridor Timur–Barat sepanjang kurang lebih ± 87 km. Koridor ini dilakukan dalam 2 tahap:
Tahap I yang akan dibangun terlebih dahulu menghubungkan Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI sepanjang 15,7 km dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah) ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2016.
Tahap II akan melanjutkan jalur Selatan-Utara dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 8,1 Km yang akan mulai dibangun sebelum tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi 2018 dipercepat dari 2020. Studi kelayakan untuk tahap ini sudah selesai.
Koridor Timur-Barat
Koridor ini masih dalam tahap studi kelayakan. Koridor ini ditargetkan paling lambat beroperasi pada 2024-2027. Jadi seriuskah Pemprov DKI Jakarta membangun MRT tahun ini?
(wij/dnl)











































