BUMN Ini Minta Jatah Impor 85.000 Ekor Sapi ke Pemerintah

BUMN Ini Minta Jatah Impor 85.000 Ekor Sapi ke Pemerintah

- detikFinance
Rabu, 13 Feb 2013 14:51 WIB
BUMN Ini Minta Jatah Impor 85.000 Ekor Sapi ke Pemerintah
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) telah meminta kuota atau jatah impor 85.000 ekor sapi kepada Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag). RNI mengajukan izin impor 60.000 ekor sapi untuk penggemukan dan 25.000 ekor sapi betina untuk pengembangbiakan di 2013.

Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro beralasan, pengajuan ini dilakukan, karena RNI sebagai BUMN yang ditugaskan mengembangkan sapi sulit memperoleh bibit sapi untuk digemukkan hingga menjadi sapi siap potong.

"Saya mencari sapi susahnya minta ampun. Saya ingin menstabilkan harga. Saya minta izin untuk digemukkan dan dikembangkan," tutur Ismed di kantor pusat RNI, kompleks Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (13/2/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di samping pengajuam impor ini dilakukan, RNI juga mengembangkan sapi lokal di beberapa wilayah seperti Jawa Barat, Sumatera, dan Lombok. Selain itu, untuk mendukung menghasilkan produk olahan seperi daging beku, RNI berencana membangun beberapa sentra pemotongan hewan berkapasitas besar di Jawa Barat dan Lombok.

Ismed juga menuturkan, pihaknya sebagai perseoran BUMN siap membantu pemerintah dalam mengontrol harga daging jika diberi izin impor karena telah memiliki retail penjualan daging langsung kepada konsumen melalui Rajawali Mart dan Waroeng Rajawali.

"BUMN diberi alokasi sapi betina produktif dan sapi siap potong menjadi perpanjangan tangan pemerintah stabilkan harga, impor untuk menjadi stabilator harga, menambah laba BUMN sapi," sebutnya.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads