RI Kisruh Daging Sapi, Eropa Kisruh Daging Kuda

RI Kisruh Daging Sapi, Eropa Kisruh Daging Kuda

Wahyu Daniel - detikFinance
Kamis, 14 Feb 2013 08:42 WIB
RI Kisruh Daging Sapi, Eropa Kisruh Daging Kuda
Foto: Reuters
Jakarta - Persoalan krisis pasokan daging dan sengketa suap daging impor sedang terjadi di Indonesia. Masalah daging juga sedang terjadi di Eropa meskipun kasusnya beda. Ada apa di Eropa?

Saat ini di Eropa sedang merebak kasus daging sapi beku olahan yang ternyata dicampur daging kuda.

Meskipun sebagian masyarakat Eropa, seperti di Italia, mengenal daging kuda sebagai bahan makanan, konsumen Inggris dan Irlandia umumnya tidak mengenal hewan ini dalam daftar menu mereka dan pantang dimakan oleh sebagian masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyak warga Inggris merasa memakan kuda adalah perbuatan menjijikkan. Berbeda dengan beberapa negara tetangganya seperti Prancis, yang mengakui kelezatan daging kuda. Rasa daging kuda layaknya perpaduan antara sapi dan rusa, dengan sedikit rasa manis.

Kemarin, para menteri pertanian di Eropa berkumpul di Brussel, Swiss untuk membahas soal skandal daging kuda yang dicampur tersebut.

Langkah ini dilakukan menyusul temuan adanya campuran daging kuda dalam produk yang dikemas sebagai daging sapi yang dijual di Eropa termasuk Prancis, Irlandia dan Inggris. Campuran ini ditemukan pada makanan kebab dan burger. Prancis jadi negara kedua setelah Inggris yang menemukan campuran daging kuda pada kemasan daging sapi olahan.

"Jika ada daging kuda di hamburger atau lasagna, maka itu berarti ada kesalahan dalam pelabelan makanan," ujar Komisaris Uni Eropa untuk kesehatan Tonio Borg dikutip dari AFP, Kamis (14/2/2013).

"Konsumen harusnya tahu apa yang mereka makan. Jika ada seseorang yang mendistribusikan dan melakukan sirkulasi daging sapi dan ternyata itu bukan daging sapi, maka itu adalah pelanggaran," ujar Tonio dalam konferensi tersebut.

Para anggota negara-negara Uni Eropa diminta oleh Tonio untuk memperkuat aturan pelabelan makanan, yang bisa menahan munculnya daging campuran tersebut.

Sebelumnya pada Selasa lalu, semua supermarket di Swiss dan Belanda menarik makanan olahan dari daging yang dijualnya.

Presiden Prancis Francois Hollande mengingatkan bahwa skandal daging campuran ini bakal merusak sektor industri makanan di negaranya.

Di Inggris, pihak kepolisian dan pegawai dari Badan Standarisasi Makanan memeriksa rumah potong hewan di Inggris Utara dan pabrik daging olahan di Wales. Kedua tempat ini ditutup untuk diperiksa.

Enam jaringan supermarket Prancis sebelumnya telah menarik produk makanan daging sapi asal Swedia, Findus.

Dalam keterangan resminya, perusahaan pemasar bahan makanan beku dari daging sapi asal Swedia, Findus, menyatakan kemungkinan 'kontaminasi' produk olahan yang dijualnya dengan daging kuda sudah terjadi sejak Agustus tahun lalu meski baru ramai ditemukan di Inggris dan Irlandia pada pertengahan Januari lalu.

Findus yang memasarkan produknya ke berbagai negara Eropa termasuk Prancis, Irlandia dan Inggris menyatakan pihaknya sama sekali 'tak tahu-menahu' soal adanya campuran daging kuda dalam produk yang dikemas sebagai daging sapi tahun lalu.

Sejauh ini hasil tes DNA yang dilangsungkan Badan Standarisasi Makanan Inggris menyebut Kamis pekan lalu, bahwa 11 dari 18 sampel produk Findus dari jenis lasagna sapi terkontaminasi gading kuda antara 60% sampai 100%.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads