Hatta: Harga Daging Rp 80 Ribu/Kg Cukup Mahal

Hatta: Harga Daging Rp 80 Ribu/Kg Cukup Mahal

Moksa Hutasoit - detikFinance
Kamis, 14 Feb 2013 12:02 WIB
Hatta: Harga Daging Rp 80 Ribu/Kg Cukup Mahal
Foto: Wiji-detikFinance
Jakarta - Kemarin, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengunjungi dua pasar tradisional untuk mengecek harga daging. Menurut pemerintah, harga daging saat ini cukup tinggi dan memberatkan masyarakat.

"Kemarin kan saya sidak di pasar di Klender dan Cipinanng, memang harga daging cukup tinggi dan ini cenderung mengakibatkan konsumsi menurun. Ini pantauan langsung yang saya dapat di pasar. Oleh sebab itu harus dilakukan langkah-langkah menstabilkan harga," tutur Hatta di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (14/2/2013).

Apa langkah yang akan dilakukan pemerintah? Hatta mengatakan, dirinya meminta menteri pertanian untuk mengecek pasokan dan permintaan daging di pasar agar semua seimbang dan harga tidak naik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ditanya soal berapa harga daging yang ideal, Hatta mengatakan tidak tahu. "Tapi kalau Rp 80 ribu/kg, atau Rp 90 ribu/kg, ini cukup tinggi untuk masyarakat, padahal kita harus dorong rakyat untuk konsumsi daging protein lebih tinggi agar kecukupan protein itu baik," kata Hatta.

"Harga perlu dikendalikan jangan sampai melambung. Apa penyebab tinggi harga ini? Menurut saya hanya dua saja kemungkinan. Pertama mungkin suplai tak cukup tetapi kalau suplai tak cukup masak tinggi juga, mungkin ada distribusi atau tata niaga yang tak jalan. Semua ini harus dibongkar, atau dari suplai tak cukup itu bisa diakibatkan oleh karena demand meningkat atau suplainya kurang demand-nya tetap per kapitanya tetap tetapi suplainya kurang," papar Hatta.

Lalu soal kebutuhan impor daging, Hatta mengatakan harus ada analisa yang akurat dulu. Hatta mengatakan kaget dengan harga daging yang meningkat tinggi.

"Soal kartel, kita jangan munafikan masalah ini, bisa ada bisa tidak, apalagi KEN sudah sinyalir ada ditemukan di lapangan, oleh sebab itu saya minta agar KPPU bekerja dan audit BPK melakukan itu supaya kita sekaligus membenahi. Kalau memang ada (kartel) kita sikat. Tidak boleh hal ini terjadi," tutur Hatta.

(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads