Direktur Pengembangan Kebandarudaraan dan Teknologi AP II, Salahudin Rafi, menjelaskan pembenahan Bandara Soetta tersebut dilakukan di terminal penumpang dan juga fasilitas maskapai.
"Fasilitas bandara yang diperhatikan safety, service penumpang, customer satisfaction index. Terus kita benchmark dengan level sky track di semua bandara (13 bandara pengelolaan AP II). Soetta banyak fasilitas yang diperbaiki seperti menambah lift, conneting, boarding lounge, toilet sudah bersih," tutur Rafi kepada wartawan di sela acara Rapat Kerja Perusahaan AP II di Transluxury Hotel Bandung, Kamis (14/2/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan menambah beberapa fasilitas rapid exit taxiway di runway yakni pesawat saat mendarat, bisa langsung berhenti dengan cepat sambil berbelok menuju apron atau parkir pesawat. Hal tersebut bisa menambah frekuensi pesawat yang landing dan take off sehingga memperkecil jarak antar pesawat atau headway.
"Sekarang 2 runway bisa 52 pesawat per jam (landing dan take off). Nanti bisa 68-72 pesawat per jam. Kalau dilengkapi navigasi bisa 92 pesawat. Pengerjaan (rapid exit taxiway) sudah mulai kontruksi tetapi ada yang sudah selesai.
Penambahan rapid exit taxiway ini, headway bisa dipersevd
Selain itu, pada bandara yang sering menjadi sorotan ini, pada tahun 2013 juga dilakukan beberapa pembangunan fisik untuk mendukung renovasi di terminal 1 dan 2 untuk dijadikan integrated building.
(hen/dru)











































