"Sebaiknya jangan ada dulu pergantian direksi yang baru. Sebaiknya pemerintah (Kementerian BUMN) bekukan sementara Merpati," kata Pengamat penerbangan Dudi Sudibyo kepada detikFinance, Kamis (14/2/2013).
Menurutnya yang harus dilakukan Kementerian BUMN adalah mempelajari akar masalah yang menimpa Merpati sampai saat ini. Ia mengatakan harus ada upaya pembersihan direksi mulai dari Direktur Utama hingga petinggi direksi lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika cara ini tidak dilakukan, maka permasalahan serupa akan kembali terjadi dikemudian hari. Dudi mewanti-wanti pemerintah agar tidak terburu-buru untuk segera mengganti direksi yang baru.
"Saya lihat pokoknya seharusnya sebelum diganti direksi baru di tunda dulu dan dibekukan sementara itu cara terbaik. Ya sulit. Dirutnya dan petinggi direksi yang paling bawah harus dibersihkan. Kalau mereka tidak bersih semua ya susah. Jadi harus di restrukturisasi," cetusnya.
Ia mengatakan mundurnya dua direksi ini wajar karena keuangannya Merpati yang saat ini sudah bobrok. "Wajar, karena ketidakcocokan dengan kinerja keuangan perusahaan," kata Dudi.
Selain itu, Dudi melihat sisi keuntungan yang didapat oleh perseroan ini terlalu kecil. Sehingga tidak seimbang antara jumlah pendapatan perseroan dengan jumlah pengeluaran termasuk untuk karyawan.
"Pendapatan perseroan saja tipis serambut. Ini yang menimbulkan kegerahan dari para karyawannya," imbuhnya.
Dudi menambahkan masalah ini juga yang tidak membawa Merpati Nusantara diajak untuk bergabung dengan Holding perhubungan udara dengan Garuda Indonesia, Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II.
"Tindakan Dahlan sudah tepat untuk tidak dimasukan dalam holding Garuda Indonesia, Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II. Apalagi sejarah Merpati yang kurang baik apalagi dibawa ke masalah sapi perah. Ini masa lalu dan ga ada perubahan bisa dikatakan kultur sudah terbentuk dan tidak bisa dihilangkan," cetus Dudi.
Ia mendesak PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) harus belajar dari maskapai penerbangan milik swasta Mandala Airlines yang sempat nyaris bangkrut.
"Contohnya seperti maskapai penerbangan Mandala yang off sementara selama 1,5 tahun. Kemudian ada investor yang baru dan sukses menggerakan bisnis penerbangan sampai saat ini," ujar Dudi.
Dikatakannya membekukan sementara MNA adalah cara tepat untuk memperbaiki perusahaan yang sedang rusak. Setelah didalami inti dari permasalahan yang dialami maka akan didapat cara jitu menangani permasalahan yang dihadapi.
"Oleh karena itu saya sampaikan bahwa Merpati lebih baik dibekukan sementara kemudia dibersihkan dan dilakukan restrukturisasi," jelas Dudi.
Cara selanjutnya yang harus dilakukan oleh Dahlan Iskan adalah mencari seorang sosok Direktur Utama Merpati yang tahu seluk beluk mengelola bisnis Merpati dengan cara yang baik.
"Cari orang yang benar bisa dipercaya dan tahu bisnis soal airlines," katanya.
(wij/hen)











































