Kenaikan Harga BBM Harus Dikaji Secara Realistis

Kenaikan Harga BBM Harus Dikaji Secara Realistis

- detikFinance
Jumat, 01 Okt 2004 14:21 WIB
Jakarta - Pemerintah dan DPR baru diharapkan bersikap realistis dalam mengkaji kemungkinan kenaikan harga BBM akibat melambungnya harga minyak dunia. Penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan diharap tidak se-ekstrim masa lalu."Pemerintah baru dan DPR baru mesti realistis, tentunya realistis ini tidak harus membebani rakyat," kata Anggota DPR dari PAN Didik J. Rachbini di Gedung DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat, (1/10/2004).Menurut Didik penyesuaian-penyesuaian yang bersifat limited atau terbatas tidak akan menjadi masalah asalkan dilakukan pemikiran yang mendalam tentang safety net di tingkat bawah."Harus dikaji dulu penyesuaian limited issue seperti apa. Misalnya, dilakukan penyesuaian tiap satu bulan atau dua bulan, sehingga rakyat merasa beban kenaikannya tidak terlalu besar," kata Didik.Didik juga mengatakan, penyesuaian-penyesuaian tersebut harusnya tidak dilakukan se-ekstrei pemerintahan-pemerintahan sebelumnya."Kita lakukan penyesuaian terbatas, tapi tidak seekstrim dulu, kalau dulu IMF bilang subsidi dihapuskan, maka pemerintah serta merta menghapus. Kalau sekarang harus diperhatikan sisi sosial politik masyarakat," tegasnya.Didik sendiri berpendapat dengan adanya penyesuaian itu diharapkan APBN 2005 bisa lebih longgar. Apalagi jika pemerintah berhasil melakukan lobi terhadap negara/negara donor agar menjadwal ulang utang. (mi/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads