Datang ke Jakarta, Bos JICA Minta Agar Harga Tiket MRT Harus Murah

Datang ke Jakarta, Bos JICA Minta Agar Harga Tiket MRT Harus Murah

Ramdhania El Hida - detikFinance
Selasa, 19 Feb 2013 15:18 WIB
Datang ke Jakarta, Bos JICA Minta Agar Harga Tiket MRT Harus Murah
ilustrasi: MRT di China
Jakarta - Vice President Japan International Cooperation Agency (JICA) Arakawa Hiroto menyatakan seharusnya harga tiket Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta bisa ditekan semurah mungkin. Hal ini berdasarkan pengalamannya dalam membiayai proyek infrastruktur untuk massal di Jepang.

"Dalam berbagai kasus, seperti juga harga tiket subway atau harga tiketnya harus sangat murah jadi semua orang bisa dengan mudah membelinya," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (19/2/2013).

Menurut Hiroto, transportasi massal yang sangat nyaman dan cepat ini sangat dibutuhkan ke depannya. Pasalnya, dengan sarana transportasi ini, masyarakat dapat menghemat waktu sehingga dapat meningkatkan pendapatan per kapita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pendapatan per kapita kalian (Indonesia) akan tumbuh, meningkat. Jika tiket untuk naik kendaraan ini bisa terbeli maka banyak waktu yang bisa dihemat, 10 menit, 30 menit. Ini sangat penting, jadi jenis publik transportasi yang efisien dan nyaman sangat dibutuhkan," tegasnya.

Hiroto menceritakan pengalamannya yang tinggal di luar kota Tokyo, bisa sampai kota hanya dalam waktu 1 jam. Sementara di Indonesia, jarak tempuh Jakarta-Bekasi yang lebih dekat dibandingkan daerah-daerah di luar kota Tokyo harus menghabiskan waktu lebih dari 1 jam karena belum ada transportasi massal.

"Ini tinggal 60 Km di luar Tokyo tapi dengan nyamannya bisa ditempuh dalam waktu satu jam dan ini sudah pasti 1 jam bisa ditempuh dari rumahnya ke kantornya dan untuk menjangkau 60 km bisa dengan satu jam, itu hebat sekali. Ini salah satu contoh, kalau public transportasinya bisa aman dan cepat," tandasnya.

Seperti diketahui, jalur MRT Lebak Bulus-Bundaran HI terdiri dari 8 paket pengerjaan yaitu 3 paket bawah tanah (underground), 3 paket layang (elevated), 1 paket sistem dan 1 paket penyediaan kereta. Japan International Cooperation Agency (JICA) memberikan dana pinjaman sebesar Rp 15 triliun untuk proyek ini.

(nia/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads