Kalangan pengusaha muda mendukung terbitnya Permendag No 07/M-DAG/PER/2/2013 tentang pengembangan kemitraan dalam waralaba untuk jenis usaha jasa makanan dan minuman. Kebijakan ini akan mendorong kelas menengah menjadi wirausaha baru di sektor waralaba.
"Kebijakan ini sangat positif. Sebab nantinya akan memicu investasi di waralaba. Kemudian, di industri ini semakin terbuka peluang investasi dari terwaralaba (franchisee)," ujar Ketua BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Reza Rajasa dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/2/2013)
Dalam aturan tersebut, khususnya pasal 4, disebutkan bahwa gerai yang boleh dimiliki dan dikelola sendiri (pewaralaba) maksimal sebanyak 250 unit. Bila sudah melebihi jumlah tersebut, pewaralaba wajib mewaralabakan gerai berikutnya ke pihak ketiga. Reza mengatakan, pihaknya optimistis, Permendag tersebut akan memacu investasi lebih cepat lagi di sektor waralaba.
"Oh ya jelas ini sangat ditunggu oleh kelas menengah atas. Sebab mereka sudah punya modal dan mau investasi. Kebetulan ada regulasi baru ini diwaralaba. Apalagi tingkat keberhasilan bisnis waralaba itu lebih tinggi dibandingkan bisnis lainnya. Risikonya juga jauh lebih kecil," papar Reza.
Reza mengatakan, tak hanya sektor komsumsi dan properti yang diuntungkan oleh kemunculan kelas menengah yang massif di Indonesia. “Selain itu, ada industri waralaba juga di sana. Apalagi dengan adanya kebijakan Kemendag ini,” pungkas Reza.
Dia memperkirakan Omzet waralaba akan tembus Rp 150 triliun tahun ini atau naik dari tahun lalu yang diperkirakan sekitar Rp 115 triliun.
Reza juga meluruskan bahwa Permendag ini sebenarnya bukan untuk membatasi gerai waralaba. Tetapi, yang dibatasi gerai milik pewaralaba (franchisor).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reza juga mengungkapkan, Permendag ini akan memicu munculnya pengusaha-pengusaha baru yakni dari pemodal-pemodal waralaba.
"Lama-lama pemodal ini belajar bagaimana mengelola gerai dari pewaralaba. Ada yang meniru atau ada yang memulai sendiri, setelah dia menerima transfer know-how-nya dari pewaralaba. Jadi bisa memunculkan pengusaha-pengusaha baru," tegas Reza. (hen/dnl)










































