Inflasi Bulan September 0,02 %

Inflasi Bulan September 0,02 %

- detikFinance
Jumat, 01 Okt 2004 14:49 WIB
Jakarta - BPS mencatat iflasi pada September 2004 sebesar 0,02 persen. Sementara untuk bulan depan, inflasi diperkirakan akan lebih tinggi karena datangnya bulan Ramadhan.Demikian diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Choirum Maksum kepada wartawan dalam jumpa persnya di kantor BPS, Jl. dr Soetomo, Jakarta Pusat, Jumat (1/10/2004).Choirum menjelaskan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada sekelompok barang dan jasa. Seperti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,18 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,45 persen.Kelompok sandang 0,3 persen, kelompok kesehatan 0,16 persen, kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga 2,02 persen, dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 0,04 persen. Sementara untuk kelompok bahan makanan justru turun 1,36 persen.BPS mencatat dari 45 kota IHK (indeks harga konsumen), 21 kota mengalami inflasi dan 24 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Palu 0,82 persen dan terendah di Tasik Malaya 0,04 persen.Untuk deflasi, kota yang mengalami deflasi terbesar adalah Kendari sebesar 2,07 persen. Sedangkan deflasi terendah terjadi di Malang, yakni sebesar 0,02 persen.Dengan inflasi sebesar 0,02 persen ini, maka laju inflasi tahun kalender sebesar 3,8 persen. Sementara inflasi year on year sebesar 6,27 persen.Terkait dengan bulan Ramadhan, Choirum menjelaskan, data BPS dari tahun 1997-2003 menunjukkan, inflasi pada bulan tersebut memang relatif lebih tinggi dibandingkan waktu-waktu lain. Seperti misalnya tahun 2003, di mana bulan Ramadahan jatuh pada bulan November, tercatat inflasi mencapai 1,01 persen. Padahal pada bukan Oktober hanya 0,55 persen dan bulan September 0,36 persen. (djo/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads