Bom Kuningan Tak Berpengaruh Besar pada Kunjungan Wisman

Bom Kuningan Tak Berpengaruh Besar pada Kunjungan Wisman

- detikFinance
Jumat, 01 Okt 2004 15:13 WIB
Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Choirul Maksum memastikan, peristiwa peledakan bom di Kedubes Australia pada 9 September lalu tidak membawa dampak yang signifikan terhadap kedatangan wisman pada September 2004.Pasalnya, sebelum kejadian bom itu, jumlah wisman memang sudah mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini terjadi karena sudah selesainya liburan musim panas yang puncaknya (peak seasons) terjadi pada Juli-Agustus 2004.Secara empiris, lanjut Deputi Bidang Ekonomi dan Statistik BPS Slamet Mukeno dalam jumpa pers di Gedung BPS, Jl. Dr. Soetomo, Jakarta, Jumat, (1/10/2004), menjelaskan, secara empiris jumlah wisman pada September selalu lebih kecil dibandingkan bulan Agustus. Dari catatan BPS sebelum kejadian ledakan bom tersebut, di tiga bandara yakni Polonia, Ngurah Rai dan Soekarno-Hatta jumlah wisman sudah menunjukkan kecenderungan turun. Sementara sesudah peledakan bom, penurunan yang terjadi tidak terlalu signifikan. Seperti di Bandara Polonia yang turun 3,1 persen, Ngurah Rai turun 3,1 persen dan Bandara Soekarno-Hatta turun 21,9 persen.Untuk bulan Agustus, BPS mencatat jumlah wisman yang masuk ke Indonesia melalui 13 pintu masuk mencapai 449,8 ribu orang atau naik 5,89 persen dibanding Juli 2004.Secara kumulatuif sampai Agustus jumlah wisman melalui 13 pintu masuk mencapai 3,01 juta atau naik 29,71 persen. Tingkat penghunian kamar hotel berbintang di 10 daerah Tujuan Wisata (DTW) pada Juli 2004 mencapai 49,21 persen atau naik 1,77 poin.Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Juli turun dibandingkan Juni yakni dari 2,05 hari menjadi 2 hari. (mi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads