"Nggak, kita kan cuma melihat begini ya saya mau Tripnas itu menjadi tempat yang kita bisa mencari win-win solusi baik itu buruh, pengusaha dan pemerintahnya. Bukan itu menjadi tempat politik," jelas Sofjan saat ditemui di Kementerian Perdagangan Jakarta, Selasa (19/2/2013).
Sofjan menekankan harus ada kesolidasi diantara ketiga unsur Ttipnas yaitu pengusaha, pemerintah dan buruh. Ia menduga ada main belakang yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan buruh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofjan meminta agar Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar memverifikasi jumlah serikat pekerja yang sangat banyak. Menurutnya saat ini ada 100 serikat pekerja yang keanggotaan tidak begitu jelas.
"Bukan nggak pernah didengar, tetapi nggak ada yang penting-penting yang kita selesaikan disana, yang diselesaikan yang embel-embel saja. Kita pengusaha minta saat ini ada 100 serikat pekerja sekarang dan ada 15 yang ada di Tripartit," katanya.
Menurut Sofjan melalui verifikasi itu, harus ada proses pemilihan perwakilan serikat pekerja yang bisa menjadi mitra dari LKS tripartit.
"Itu yang kita minta. Masa 10 orang bisa membuat serikat buruh. Kalau nggak bikin LSM saja mereka, kalau rapat saja melengak-melengok itu nggak benar menurut saya," paparnya.
Ia menegaskan bahwa Apindo akan konsisten di dalam keanggotaan Tripartit Nasional. Saat ini kondisi Apindo hanya pasif sementara selama pemerintah belum mau memperbaiki sistem yang ada. Apindo akan terus melakukan aksi pasifnya di dalam keanggotaan Tripnas.
"Kita belum keluar kita cuman menyatakan begitu, nggak mau kita cuma dijadikan stempel-stempel kasih duit jalan asal senang, itu bukan kita, capek-capek rapat berjam-jam cuma omong kosong saja," katanya.
"Kapan kita akan kembali ? Sampai ada perbaikan-perbaikan dalam permainannya. Kalau jadi stempel pemerintah lebih baik orang lain aja yang jadi Tripartit gitu aja," tegasnya.
(wij/hen)











































