Ixon salah seorang pedagang batik di pasar tersebut membeberkan beberapa alasan mengapa batik China mudah diterima oleh konsumen di Thamrin City.
"Yang pertama jelas karena harganya. Para pembeli saat datang ke toko selalu tanya yang pertama soal harga," jelas pemilik toko batik Top On Batik bernama Ixon kepada detikFinance, di Thamrin City, Jakarta, Selasa (19/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang kedua yang dinilai konsumen adalah kualitas. Batik China mempunyai tekstur yang lebih halus jika dibandingkan dengan batik lokal Pekalongan. Kemudian untuk warna, batik China lebih cerah atau terang.
"Sisi kualitas hampir sama bahkan China lebih halus ya. Kalau warna, jelas batik China lebih berani. China sudah dijamin saat dicuci tidak luntur," katanya.
Sementara itu untuk pembeli, Rosiana salah satunya. Menurut Rosiana yang juga penikmat batik sejati, batik China mempunyai nilai tambah yaitu pada sisi kerapian penjahitan. Untuk harga sendiri, ia mengatakan batik China jauh lebih murah bila dibandingkan batik lokal Pekalongan.
"Jahitannya lebih rapi ya, teksturnya halus dan harganya juga jauh lebih murah. Ini sangat kompetitif dengan batik lokal. Tetapi kita harus cinta yang lokal dong. Itu harus untuk menjadi penikmat batik sejati," cetusnya.
(wij/ang)











































