Banyaknya produk tekstil China ditanggapi dingin oleh pihak pengusaha. Ketua umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, serbuan tekstil dari China karena kesalahan pemerintah dalam menerapkan kebijakan atau regulasi.
"Kita itu ketinggalan karena kebijakan pemerintah baik itu dari sisi regulasi. Bagaimanapun seharusnya kita bisa berkompetisi. Saat ini mudah-mudahan didengar pemerintah," ungkap Sofjan saat ditemui detikFinance di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (19/2/2013).
Kesalahan pemerintah yang diungkapkan oleh Sofjan adalah, bagaimana pemerintah tidak bisa mencari jalan keluar mengenai infrastruktur sehingga membuat dampak biaya tinggi, ditambah dengan kenaikan upah buruh baru-baru ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya sudah seharusnya pemerintah harus memikirkan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi saat ini. Jika tidak ditangani secara serius, maka serbuan produk tekstil impor akan terus menerus terjadi dan membanjiri pasar lokal.
"Ini yang terjadi dan ini yang kita ubah. Kalau nggak ya kita ketinggalan terus. Ya terpaksa kita impor. Ini kita perbaiki," tegasnya.
(wij/dnl)










































