Toko Top On Batik yang berada di Thamrin City bahkan menjual hampir 85% batik buatan Pekalongan. Menurutnya nama Pekalongan sangat identik dengan batik dan kualitas juga motif/model tidak diragukan lagi.
"Kalau dihitung hampir 85% batik di sini itu buatan Pekalongan. Batik Pekalongan itu sudah terkenal dan kualitasnya juga bagus," kata Ixon, pemilik toko Top On Batik, kepada detikFinance, Selasa (19/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasar (tekstur) karena identik dengan nobi. Dia batik timbul dan beda dengan model motif yang standar. Harganya per helai Rp 250 ribu," katanya.
Sementara itu, bahan sutera dan model kembang disertai titik hitam banyak diburu oleh konsumen kelas atas. Harga batik sutera asal Pekalongan bisa mencapai Rp 3 juta/helainya.
Namun batik lokal lain seperti batik buatan Jawa Timur dan Yogyakarta menjadi pesaing batik Pekalongan. Untuk batik China, walaupun sudah mulai menjamur tetapi komposisi penguasaan pasar batik nasional masih dipegang oleh batik asal Pekalongan.
"Batik China sudah mulai tumbuh nih sekarang tetapi masih bisa ditutup oleh batik asal Pekalongan. Ada juga dari Jawa Timur dan Yogya tetapi masih kalah jika dibandingkan dengan Pekalongan. Pesanan batik juga banyak yang mau dari Pekalongan. Mungkin sudah identik dan khas sebagai daerah penghasil batik kali ya," jelasnya.
Sebagai catatan, pengamatan detikFinance di Kawasan Pusat Perbelanjaan Batik Thamrin City, batik Pekalongan sangat mendominasi sisi penjualan kemeja atau kain batik.
(wij/dnl)










































