Tanggapi Serbuan Batik Impor, Menteri Bappenas: Itu Bukan Batik!

Serbuan Tekstil Asing

Tanggapi Serbuan Batik Impor, Menteri Bappenas: Itu Bukan Batik!

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 20 Feb 2013 11:56 WIB
Tanggapi Serbuan Batik Impor, Menteri Bappenas: Itu Bukan Batik!
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta -

Serbuan batik-batik impor khususnya dari China dengan harga jauh lebih murah membuat batik asli Indonesia mulai tersingkir. Padahal sebenarnya batik impor tersebut bukanlah batik karena hanya tekstil yang bermotif batik

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan batik-batik impor yang masuk ke Indonesia itu bukan batik yang sebenarnya.

"Itu bukan batik, salah kalau orang bilang itu batik," kata Armida kepada detikFinance ketika ditemui di Hotel Crowne Plaza usai menghadiri Rakornas Informasi Geospasial, Rabu (20/2/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi Armida, Batik tidak hanya sebuah corak atau motif baju, tetapi di dalam corak tersebut ada makna tersendiri. "Batik itu ada yang tulis, cetak atau semi keduanya, dan ada maknanya, nah itu. Yang impor-impor tidak ada maknanya, jadi itu bukan batik," tegas Armida.

Namun untuk masalah makin banyaknya serbuan batik impor tersebut bahkan sampai ke pasar-pasar sentra batik, Armida mengharapkan Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian bisa menyikapi masalah ini.

"Itu wewenangnya Menteri Perdangangan dan Menteri Perindustrian, apa langkah mereka ya bisa ditanyakan kesana, tapi bagi saya sekali lagi itu bukan batik," tandasnya.

Selama ini produk 'batik' impor lebih disebut sebagai tekstil yang bermotif batik karena melalui proses printing dibuat secara massal. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian pernah berinovasi melali BATIKMARK. BATIKMARK adalah label produk 'batik Indonesia' sebagai jaminan kualitas batik untuk membedakan produk batik lokal dengan impor.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads