Pemerintah Jualan dan Pamer Batik Hingga ke Swiss

Pemerintah Jualan dan Pamer Batik Hingga ke Swiss

Wiji Nurhayat - detikFinance
Rabu, 20 Feb 2013 12:19 WIB
Pemerintah Jualan dan Pamer Batik Hingga ke Swiss
Jakarta - Pemerintah terus mengupayakan memperkenalkan batik Indonesia di pasar internasional. Batik yang merupakan identitas asli bangsa Indonesia kini mulai diserbu oleh 'batik' impor asal China.

Untuk terus mengembangkan bati ke dunia internasional, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan promosi batik ke Kota Basel Swiss di Eropa.

"Kita menjadi tamu istimewa di pameran MUBA. Kita mendapatkan area seluas 2.000 m2 dan kita akan mempresentasikan produk Indonesia baik kerajinan termasuk batik, industri, kuliner, melakukan business meeting. Ada juga demo membantik juga di sana," ujar Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Gusmardi saat konferensi pers pameran MUBA Swiss di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Rabu (20/01/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pameran MUBA Swiss diselenggarakan pada tanggal 22 Februari hingga 3 Maret 2013. Tahun ini Indonesia menjadi tamu istimewa dalam acara itu. Tahun sebelumnya pemerintah Swiss menunjuk India (2012), Filipina (2011) dan Mesir (2010). Kementerian Perdagangan mengeluarkan koceknya sebesar Rp 6 miliar untuk mengikuti acara ini.

"Investasinya Rp 6 miliar untuk 10 hari dana dari APBN. Estimasi jumlah pengunjung tahun lalu itu sebesar 303 ribu orang. 58% dari pengunjung itu wanita juga rata-rata umur pengunjung 45 tahun. Ini adalah target kita," tuturnya.

Alasan Swiss mengundang Indonesia menjadi tamu istimewa karena melihat Indonesia saat ini adalah negara dengan stabilitas politik dan ekonomi yang cukup baik. Dengan penduduk 240 juta orang dan dengan investasi asing yang masuk ke Indonesia tahun 2012 sebesar US$ 22 miliar, Indonesia adalah tempat investasi dan pasar yang besar bagi Swiss

"Indonesia dari segi pariwisata banyak aneka tempat yang menyenangkan para turis. Kalau dilihat investasi PMA masuk tahun 2012 yaitu US$ 22 miliar. Ini membuktikan adanya stabilitas ekonomi dan politik menjadi pasar yang menjanjikan," tandasnya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads