"Sampai saat ini ya kita makin terpuruk. Pangsa pasarnya diambil alih oleh mereka (impor), karena barang mereka lebih murah, walaupun kualitas kita lebih baik," kata Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat saat dihubungi detikFinance, Rabu (20/2/2013).
Ade mengatakan, nilai impor tekstil tahun ini diperkirakan mencapai US$ 8 miliar dollar, atau naik dari nilai impor tahun lalu yang mencapai US$ 7 miliar. "Ekspornya malah diperkirakan turun. Tahun lalu US$ 12,8 miliar, tahun ini diperkirakan US$ 12,5 miliar," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasti naik terus (impornya), karena mereka (perusahaan tekstil asing) ada campur tangan pemerintah, baik pemberian insentif atau apa saja," katanya.
Menurut Ade, untuk meningkatkan daya saing industri tekstil, bukan hanya peran dari pelaku usaha yang dibutuhkan, namun pemerintah pun memiliki andil besar dalam hal ini.
"Kita sudah free trade (perdagangan bebas), jadi kita harus berjuang, dan pemerintah juga harus berjuang memberi pelayanan, logistik dan sebagainya. Karena ini bukan hanya antar pengusaha, tapi juga G to G (government to government)," pungkasnya.
(zlf/hen)










































