Ini Curhatan Pengusaha Lokal Soal Serbuan Tekstil dan Pakaian Impor

Serbuan Tekstil Asing

Ini Curhatan Pengusaha Lokal Soal Serbuan Tekstil dan Pakaian Impor

Zulfi Suhendra - detikFinance
Rabu, 20 Feb 2013 14:26 WIB
Ini Curhatan Pengusaha Lokal Soal Serbuan Tekstil dan Pakaian Impor
Jakarta - Industri tekstil dan produk tekstil di dalam negeri semakin terpuruk karena pasar Indonesia semakin digempur oleh barang impor. Hal ini semakin memberatkan para pengusaha di sektor ini selain masalah upah buruh, kenaikkan gas dan listrik yang harus ditanggung.

"Sampai saat ini ya kita makin terpuruk. Pangsa pasarnya diambil alih oleh mereka (impor), karena barang mereka lebih murah, walaupun kualitas kita lebih baik," kata Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat saat dihubungi detikFinance, Rabu (20/2/2013).

Ade mengatakan, nilai impor tekstil tahun ini diperkirakan mencapai US$ 8 miliar dollar, atau naik dari nilai impor tahun lalu yang mencapai US$ 7 miliar. "Ekspornya malah diperkirakan turun. Tahun lalu US$ 12,8 miliar, tahun ini diperkirakan US$ 12,5 miliar," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walaupun surplus sekitar US$ 5 miliar lebih, Ade mengatakan kondisi ini mengkhawatirkan. Jika tak segera ada suatu terobosan dari pemerintah, diperkirakan angka impor makin akan meningkat, dan ekspor semakin menurun.

"Pasti naik terus (impornya), karena mereka (perusahaan tekstil asing) ada campur tangan pemerintah, baik pemberian insentif atau apa saja," katanya.

Menurut Ade, untuk meningkatkan daya saing industri tekstil, bukan hanya peran dari pelaku usaha yang dibutuhkan, namun pemerintah pun memiliki andil besar dalam hal ini.

"Kita sudah free trade (perdagangan bebas), jadi kita harus berjuang, dan pemerintah juga harus berjuang memberi pelayanan, logistik dan sebagainya. Karena ini bukan hanya antar pengusaha, tapi juga G to G (government to government)," pungkasnya.

(zlf/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads