Pemerintah Dikritik, Ekonomi Tumbuh Fantastis Tapi 'Keropos'

Pemerintah Dikritik, Ekonomi Tumbuh Fantastis Tapi 'Keropos'

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 21 Feb 2013 10:33 WIB
Pemerintah Dikritik, Ekonomi Tumbuh Fantastis Tapi Keropos
Jakarta - Lembaga Riset Ekonomi INDEF mengkritik kinerja ekonomi dan anggaran pemerintah di 2012. EKonomi Indonesia memang tumbuh tinggi di atas 6%, namun keropos alias tidak ada isinya.

Direktur INDEF Enny Sri Hartati mengatakan, fungsi anggaran yang seharusnya bisa mendorong pertumbuhan lebih tinggi tidak terjadi. Menurut Enny, realisasi APBN 2012 adalah yang terburuk karena banyak yang tidak terpakai.

"Memang betul pertumbuhan ekonomi kita fantastis, tapi keropos. Diantaranya adalah fungsi stimulus fiskal tidak berjalan sama sekali atau hampir tidak sama sekali," ungkap Enny dalam diskusi bertajuk Efektivitas APBN dan Kesenjangan Ekonomi di Energy Tower, SCBD, Jakarta, Kamis (21/2/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, lanjut Enny, peningkatan anggaran terhitung sangat besar. Di 2012, pemerintah diberikan kesempatan menghabiskan anggaran hingga Rp 1.548 triliun.

"Sekarang kita sudah sampai Rp 1.600 triliun. Tapi nggak ada dampak signifikan," ucapnya.

Maka dari itu, Enny menilai realisasi di tahun lalu adalah yang terburuk. Tercatat di akhir November 2012, realisasi penggunaan APBN hanya mencapai 70%. Akan tetapi dalam waktu satu bulan realisasi mencapai 95%.

"Realisasi 2012 itu adalah terburuk. November 2012 realisasi 70%. Walaupun Desember dilaporkan 95 % tapi hampir 30% itu terserap hanya dalam satu bulan. Tidak masuk akal," tuturnya.

Ia mengatakan, capaian realisasi itu perlu dipertanyakan. Menurutnya, pemerintah belum bisa diharapkan untuk meningkatkan penerimaan jika menhabiskan anggaran saja sulit.

"Jadi bagaimana mngkin kalau kita bilang, belum untuk pendpatan, menghabiskan anggaran saja tidak bisa," cetusnya.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads