"Bagi pengusaha pencalonan Mari Pangestu perlu disambut baik, karena berdampak positif terhadap kepentingan Indonesia dan negara berkembang lainnya dalam mewujudkan tata perdagangan dunia yang adil," kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani Kamis (21/2/2013)
Menurut Franky, Mari memiliki pengalaman panjang di sektor perdagangan, termasuk ketika mengemban jabatan Menteri Perdagangan periode (2004-2011). Mari telah membuat aturan untuk melindungi produk dalam negeri, termasuk pasar tradisional sekaligus membuka akses pasar luar negeri untuk produk Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya Indonesia tidak mungkin lepas dair tata perdagangan dunia, karena hanya akan merugikan posisi Indonesia sendiri, terkucil & sulit untuk mendapatkan keuntungan dari perdagangan dengan negara lain.
"Jika ada persoalan dalam hubungan perdagangan dengan negara lain, Indonesia dapat menyelesaikan di forum-forum perdagangan, salah satunya adalah WTO," katanya.
Selain Mari, ada delapan kandidat dirjen WTO yang lain adalah Alan John Kwadwo Kyerematen (mantan Menteri Perdagangan Ghana), Anabel Gonzalez (Menteri Perdagangan Luar Negeri Costa Rica), Tim Groser (Menteri Perdagangan Selandia Baru), dan duta besar Ghana Amina Mohamed.
Kandidat kuat lainnya adalah Ahmad Thougan Hindawi (mantan Menteri Industri dan Perdagangan Yordania), Hermino Blanco Mendoza (Menteri Industri dan Perdagangan Meksiko), Taeho Bark (Menteri Perdagangan Republik Korea), dan Duta Besar Brazil Roberto Carvalho de Azevedo. Pemenang pemilihan ini akan ditentukan dalam konsesus anggota WTO pada 31 Mei 2013.
(hen/dnl)










































