Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan satu-satunya cara untuk memperbaiki anggaran tersebut adalah memangkas anggaran untuk subsidi yang di dalam APBN 2013 sebesar Rp 274,4 triliun.
"Jadi intinya kalau kita mau perbaiki ya perbaiki quality spending. Subsidi kita turunkan, belanja modal dinaikkan, plus belanja pegawai atau belanja barang diefisienkan, tapi ya Rp 300 triliun itu yang harus disikapi," ujar Bambang ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (21/2/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kuncinya memang satu, kita mengurangi biaya operasional, dan kedua subsidi kan besar supaya belanja modal nambah," tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013 yang sudah ditetapkan pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat bermasalah. Pasalnya, porsi anggaran untuk subsidi maupun belanja pegawai lebih besar dibandingkan untuk belanja modal.
Presiden mengatakan, banyak pihak mengeluhkan infrastruktur selama ini. Dia mengaku sudah tahu permasalahan itu. Hanya saja, kata Presiden, anggaran negara tidak cukup untuk serentak membangun infrastruktur di seluruh Indonesia, seperti pelabuhan, rel kereta api, jalan, irigasi, bandara, dan sebagainya.
(nia/dnl)











































