Importir Bantah Jadi Penyebab Harga Daging Sapi Melambung Tinggi

Importir Bantah Jadi Penyebab Harga Daging Sapi Melambung Tinggi

- detikFinance
Jumat, 22 Feb 2013 18:05 WIB
Importir Bantah Jadi Penyebab Harga Daging Sapi Melambung Tinggi
Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) Thomas Sembiring membatah anggapan para importir daging sapi penyebab mahalnya harga daging di Indonesia. Harga daging sapi di pasar umum yang mencapai Rp 95.000/Kg relatif lebih rendah dibandingkan harga daging sapi kelas premium untuk kebutuhan tertentu.

Thomas menuturkan daging yang diimpor memang mahal, bahkan nilainya mencapai Rp 1 juta per kilogram (kg) untuk kelas tertentu. Daging tersebut bernama wagyu yang berasal dari Australia. Jenis daging sapi sering disebut primer beef wagyu, biasnya harganya paling mahal di restoran steak.

"Ada daging yang harganya Rp 1 juta/kg. Liat di hotel bintang lima, namanya Wagyu. Itu grade-nya 1 sampai 9. Itu dari Australia," ungkap Thomas di Gedung DPR-RI, Senayan, Jumat (22/2/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Thomas menegaskan bahwa daging tersebut tidak akan diberikan ke masyarakat umum. Daging impor, menurutnya hanya akan masuk ke Hotel, Restoran dan katering, termasuk kebutuhan industri.

"Bagaimana kami mengendalikan harga kalau kami nggak boleh jual ke pasar umum. Apa kepentingan saya mengendalikan harga di pasar umum, saya nhgak boleh jual," terangnya.

Sehingga, tuduhan Kartel terhadap importir yang memainkan harga di Indonesia, menurutnya tak beralasan. Ia juga mengatakan opini yang menyudutkan para importir hanya dari pihak-pihak yang tidak paham akan kebijakan soal importasi daging sapi.

"Kami tidak boleh jual ke pasar umum, cuma boleh jual ke hotel restoran katering. Ini untuk apa. Makanya mungkin mereka nggak tau bahwa adanya kebijakan itu," pungkasnya.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads