"Akhir 2012 itu 92,5%. 90% dari 38.500 Km. Target kita 2014 itu 94%. Itu se-Indonesia. Tetapi kita harapkan Sumatera, Jawa, dan Bali itu 100%. Jadi yang belum tadi seperti Kalimantan, Sulawesi, Papua, banyak sekali," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto saat ditemui di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, di Jakarta, Selasa (26/2/2013).
Ia menambahkan, dalam Rencana Program Jangka Menengah, Kementerian Pekerjaan Umum membutuhkan dana hingga Rp 148 triliun untuk memperbaiki jalan yang rusak ini. Namun, anggaran Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun ini hanya mencapai Rp 79,7 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program pemantapan jalan ini, lanjut Djoko terdiri dari beberapa kriteria. Yang pertama ialah pemeliharaan yang dilakukan selama 3 bulan sekali. Pemeliharaan ini dilakukan untuk kondisi jalan yang tidak terlalu rusak.
"Pemeliharaan rutin itu biayanya murah, jalan bagus dan sedang per kilometer dananya paling Rp 50 juta," katanya.
Selain itu, pemerintah pun melakukan upaya perbaikan untuk jalan yang mengalami kerusakan parah, perbaikan ini disebut perbaikan berkala yang tentunya memakan dana yang lebih besar lagi.
Β
"Tetapi kalau sudah rusak parah, ini menggunakan yang berkala. Bisa sampai Rp 1-2 miliar per Km. Harganya memang jauh berbeda. Makanya kita mau yang itu rutin ditingkatkan supaya yg berkala bisa berkurang," pungkasnya.
(zlf/hen)










































